Suasana 40 hari kematian si mbah

Assalamu’alaikum,,

Pussymeong masih semangat membagi kisah untuk teman2, kisah ini terjadi tahun 2006, saat aku masih duduk di kelas 2 SMA.Aku sangat sayang mbah uti, aku sangat dekat dengannya, setiap aku singgah ke rumahnya pasti pulangnya selalu ada uang Rp. 20.000 di saku bajuku hihihi, saat aku sakit beliau selalu memperhatikanku, beliau punya banyak ayam, aku selalu dibuatkan telur ayam kampung setengah matang :’(.

Tapi akhirnya beliau jatuh sakit, 2 kali di bawa ke rumah sakit namun tak kunjung sembuh. Aku ingat sekali, mbahku itu gak pernah mengeluh, setiap ibuku bertanya “ibu apa yang dirasa? apa yang sakit?” mbahku selalu menjawab “Alhamdulillah”. Saat beliau di rumah sakit beliau masih ingat dengan aku, beliau bilang ke ibuku agar pulangnya belikan aku buah mangga karena beliau hafal sekali aku sangat suka buah mangga :’(..

Di hari-hari jelang kepergiannya, aku dan keluarga merasakan firasat yang kuat:

1. bibiku melihat sosok berjubah putih cemerlang mengambang menembus pintu kamar mbahku.

2. sepupuku bermimpi kalau mbahku minta tolong dibelikan lontong, namun ketika pulang membeli lontong sepupuku malah nyasar ke pemakaman.

3. saat pulang sekolah di jalan aku melihat mobil jenazah dan entah kenapa aku langsung menitikkan air mata, seakan-akan itu mobil jenazah mbahku

4. Budheku bermimpi mbah kakungku berkata “el, ini bapak beli rumah khusus untuk ibumu“.

Ya kurang lebih hal-hal itu yang dirasakan keluargaku, hari jum’at saat pulang sekolah aku langsung sholat dzuhur dan berdo’a, entah apa aku memang jahat, tapi doaku adalah “Ya Allah jangan tambah penderitaannya, kalau memang sudah waktunya, ambilah ia, jangan terus membebani sakitnya, aku ikhlas, namun jika Engkau punya kehendak lain sembuhkanlah ia dari penyakitnya. Aamiin“.

Saat itu ibuku sedang di rumah mbahku beserta seluruh keluarga besarku yang memang tinggal bersama mbahku, aku hanya menanti kabar dengan was-was karena memang hari itu perasaanku sangat tidak menentu, firasat benar-benar kuat adanya saat itu. Aku terus berdoa, berharap tidak ada kejadian buruk menimpa mbahku.

Sampai akhirnya, ayahku yang tak tega melihat anaknya gelisah segera bergegas berangkat menuju rumah si mbah, di jalan menuju rumah si mbah pikiranku semakin menjadi-jadi, aku semakin gelisah. Ketika sampai di rumah si mbah, kulihat banyak orang mengaji, saat itu pikiranku masih lambat, aku berpikir “oh mungkin mereka mengaji untuk kesembuhan mbah uti“. Namun, ketika aku masuk ke ruang keluarga, ya Allah, aku langsung bersimpuh di lantai saat kusaksikan mbahku diselimuti kain batik, dan wajahnya ditutup kerudung putih transparan, aku menangis, mbahku yang kusayangi telah tiada. Akupun segera ikut membaca Yaasiin bareng keluargaku. Seusai membaca yaasiin aku bertanya ke sepupuku kronologinya, sepupuku bilang, mbah sudah hampir kehilangan nafasnya, keluarga menuntunnya membaca “Laailaahaillallah”, dan Alhamdulillah mbah berhasil menyebut kalimat indah itu dan kemudian meninggal pukul 17.46 jelang adzan maghrib :( .

Esoknya mbah dikuburkan, tidak ada peristiwa apapun, tetapi seminggu setelah kematiannya, aku yang saat itu sedang tidur-tiduran di tempat tidur mbah bersama anak sepupuku yang masih bayi merasa seperti ada yang menginjak dan berusaha naik ke tempat tidur. Kasur mbahku itu kasur busa jadi aku sangat merasa kalau kasur itu seperti terinjak-injak kaki yang berusaha merambat naik untuk tidur di atasnya, aku langsung kabur dan meninggalkan bayi sepupuku. Sementara itu, ibukku yang masih shock akan kematian mbah terus menerus mengaji sampai lupa makan, ketika malam harinya aku tertidur, aku bermimpi bertemu si mbah, aku memeluknya erat dan berkata “mbah kenapa tinggalin aku?” namun di mimpi aku lupa si mbah jawab apa, kemudian aku melihat ke ruang tamu ibuku sedang mengaji, aku berusaha ingin menunjukkan ke ibu bahwa si mbah datang, tapi ibukku tetap asyik mengaji. Kemudian mbah langsung mengajakku masuk ke kamar dan menunjuk ke adikku yang saat itu tidur gak pakai celana (habis ngompol dia buka celana dan gak mau pakai lagi), mbahku menyuruhku supaya aku pakaikan adikku celana agar gak masuk angin, kemudian tiba2 mbah menjauh dariku, dan kulihat mbah meletakkan sajadah dan sholat di atas kuburnya, dalam mimpiku kuburnya ada di ruang menuju dapur (yah mimpiku memang suka aneh).

Seketika itu aku terbangun, dan aku kaget bukan main, melihat mimpi itu seperti nyata, kulihat ibuku tengah mengaji seperti di mimpi, adikku tidak pakai celana, dan lemari kecil adikku terbuka dengan sendirinya dan celana panjang adikku jatuh dari lemari, wangi melati pun tercium saat itu. Aku menangis dan berteriak “mama, ada mbah“, langsung aku bangun, kupakaikan adikku celana agar tidak masuk angin (seperti perintah mbah di mimpi), ibuku segera menyelesaikan ngajinya dan bertanya mengapa aku menangis, dan aku ceritakan semuanya apa yang barusan aku impikkan, ibuku hanya menangis dan bilang “Ibu ada di sini ya?“.

Suasana di rumah adik mbah………

Aku mendengar cerita dari budheku bahwa malam harinya adik mbahku melihat mbahku ada di pintu rumahnya dengan kapas bertebaran, aku marah, aku percaya mbahku tidak gentayangan, mbah sudah tenang, kematiannya pun mulia, jum;at jelang maghrib dan ucapkan kalimat Allah, itu hanya jin yang iseng menyamar dan menggoda keluargaku. Esok malamnya budheku bermimpi bahwa mbah datang dan bilang “ti, ibu lapar ti, bilang ning, ibu mau makan, ibu lapar“. Ibuku (ning) tanggap bahwa maksudnya mbahku itu minta didoakan, dan ibuku semakin rajin mengaji dan tahlil bareng keluarga di rumah.

Sekian pengalamanku, aku percaya mbahku telah tenang di sisiNya, kejadian aneh mungkin itu jin yang menggoda. Aku selalu berdoa untukmu mbah, kini aku cucu kesayanganmu telah dewasa dan menggapai cita-cita, desember aku wisuda mbah :’(, aku sayang mbah. Ampuni dosa-dosanya ya Allah, terima amal baiknya, Aamiin.

Wassalamualaikum..

-pussymeong-

10 Comments to "Suasana 40 hari kematian si mbah"

  1. alyssa farradila's Gravatar alyssa farradila
    14 Oktober 2012 - 17.49 | Permalink

    semoga mbah kamu tenang di sisiNya.dan semoga beliau mendapat tempat yg paling indah d surga sana.amin :)

  2. kamal adi's Gravatar kamal adi
    14 Oktober 2012 - 20.39 | Permalink

    meninggal dengan mengucapkan kata2 indah seperti itu, sudah pasti ditempatkan yg mulia disisiNYA,cara meninggal yg selalu diimpikan setiap orang,btw ceritanya bagus jg

  3. zahira hasan's Gravatar zahira hasan
    14 Oktober 2012 - 21.11 | Permalink

    mengharu biru. . Mgkn itu ulah jin qarin , jin yg mendampingi manusia selama hidupnya.

  4. badrol's Gravatar badrol
    14 Oktober 2012 - 22.14 | Permalink

    arwah atau roh orang yg sdh meninggal tidak ada urusan lg di dunia. Hantu,setan itu adlh ulah jin.

  5. Andy Dwiraka's Gravatar Andy Dwiraka
    14 Oktober 2012 - 23.44 | Permalink

    Dimana-mana juga seperti itu

  6. simanis's Gravatar simanis
    4 Januari 2013 - 12.28 | Permalink

    baca cerita ini aku jadiinget sama mbah ku..
    ceritanya bagus…

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)