Gunung Rakutak, indah dengan cerita mistisnya

Sekarang aku akan bercerita tentan pengalamanku ketika berada di puncak gunung rakutak dengan ketinggian 1954mdpl. Gunung ini memang tidak begitu terkenal, tapi menurutku malah sebaiknya begitu karena akan menjaga keaslian dan keasrian gunungnya. Meski namanya tidak segaung Gede-Pangrango, Ciremai, atau Semeru tapi gunung ini menyimpan jalur yang namanya membuat siapapun merinding yaitu jalu Sirotol Mustakim. Orang-orang pasti bertanya kenapa bisa dinamai demikian, jalur tersebut memang sengaja diberi nama tersebut karena bahayanya benar-benar nyata. Sebuah jalur yang hanya selebar 40-50cm dengan kanan kiri jurang sedalam ratusan meter, akupun sempat gentar ketika melewatinya, namun rasa pasrah dan ingin menikmati ciptaaNya mendorongku menyusurinya. Gunung ini juga menyimpan sejarah kelam pemberontakan DI/TII karena digunakan sebagai basis. Selanjutnya aku akan memulai ceritanya, silakan disimak.

 

Rencana pendakian yang sempat terancam gagal ini akhirnya bisa terwujud. Terkumpul 5 orang pendaki termasuk aku. Tujuan kami adalah salah satu gunung yang terletak di selatan kota bandung, yaitu Gunung Rakutak. Gunung yang jarang didaki oleh pendaki kebanyakan. Dari mana aku mengetahui gunung ini? Aku mengetahuinya ketika masih duduk di bangku SD. Ketika itu nenekku mempunyai rumah di kaki gunung wayang, dan untuk mencapainya pasti akan melewati gunung rakutak, mesti di kejauhan tetapi sangat mencolok. Minatku pada alam khususnya gunung sudah mulai terlihat saat itu, sampai saat ini minatku belum padam.

Hari H kami berkumpul di Basecamp tidak resmi kami, kediaman pak Ano. Beliau ini memiliki toko yang khusus menyediakan peralatan dan perlengkapan khusus mendaki gunung. Tak pelak kamipun sering berkunjung hanya untuk sekedar bertanya atau mencari barang. Jam 9 malam, kami berlima sudah berkumpul dan barang sudah dibagi ke carrier masing-masing. Persiapan kami nampaknya sudah matang dan tinggal berangkat.

Tujuan pertama kami adalah transit dulu di rumah nenekku di daerah majalaya untuk menunggu pagi hari menjelang. Kami tiba di sana sekitar pukul 11 malam. Kami disambut oleh Om Asep, adik dari ayahku. Beliau yang tahu kalau kami kelaparan segera menyiapkan makan malam. Teman-temanku juga aku yang masih berstatus anak kosan tentu saja sangat senang. Tentu saja bikin malu juga. Makan malampun habis tak bersisa, 4 orang temanku tak ubahnya kucing rumah yang begitu kenyang langsung pergi tidur. Aku tidak ambil pusing. Om Asep yang sudah dari tadi pulang ke rumahnya yang berdekatan meninggalkan aku sendiri di ruang tamu. Ruang tamu yang sama di mana ketika aku masih kecil sering ditakut-takuti oleh adik-adik ayahku, mereka menakutiku dengan cerita seram. Namun sekarang gentian aku yang sering menakuti mereka dengan pengalaman-pengalaman nyataku, berbeda dengan cerita yang mereka karang. Rumah nenek ini memang sudah tua, orang-orang juga pantas takut. Aku ingat ketika pertama kali melihat seorang perempuan cantik di dapur sedang memperhatikanku, perempuan itu berkulit sangat bersih dan putih dengan hidung mancung seperti putri-putri Persia. Selain itu terdapat juga sesosok kepala dengan leher panjang yang suka menjulurkan kepalanya dari atas atap ke bawah meja makan. Mungkin kalau keluargaku yang lain bisa melihatnya mereka akan ketakutan sekali, tapi untungnya saja tidak. Mereka hanya tau dari cerita-ceritaku saja. Di tengah lamunanku aku tidak sadar kalau nenekku terbangun, beliau menghampiriku dan memperlakukanku seperti aku yang masih berusia 7 tahun. Aku sedikit malu kepada 4 orang temanku. Tapi itulah kasih sayang yang dicurahkan untuk cucunya, akhirnya aku terima saja. Dengan beralasan lelah,akupun meminta izin kepada beliau untuk pergi tidur. Akupun tidur-tiduran dan tanpa sadar akupun tertidur.

Jam 5.30 pagi aku terbangun dengan suara alarm HP-ku yang katanya horor. Segera aku bangunkan mereka supaya kami tidak terlalu siang memulai pendakian. Setelah itu aku mandi dan solat subuh, tidak lupa aku berdoa supaya diberi keselamatan di perjalanaku kali ini. Setelah semuanya beres mandi dan solat, kamipun melahap sarapan yang telah disediakan. Nenekku sempat menahan-nahan kami supaya berangkat agak siang. Aku dengan susah payah menjelaskan kalau terlalu siang takut kemalaman di hutannya, Alhamdulillah akhirnya beliau mengerti dan mengizinkan. Berangkatlah kami menuju desa Sukarame yang terletak tepat di kaki gunung rakutak. Kami meluncur jam 7.30 pagi

Kami tiba di gerbang desa sukarame pada pukul 9.30 pagi. Setelah hampir 2 jam perjalan di dalam angkot, akhirnya kami bisa berdiri kembali. Memang bukan waktu yang terlalu lama, tapi selama di angkot kami harus menahan beban carrier yang rata-rata bobotnya mencapai 20kg, sungguh menyiksa. Dari gerbang desa kamipun berjalan menyusuri pesawahan, perkebunan milik warga hingga mencapai start pendakian. Bukan main, ternyata jarak dari gerbang desa sampai sini adalah 2 jam perjalanan. Sialnya ternyata kami nyasar dan tidak menemukan pintu hutan. Kami kesana kemari mencoba mencari kemana arah yang harus dituju, tapi nihil. Akhirnya kami memutuskan beristirahat di dekat mata air yang konon tidak pernah berhenti mengalir sekering apapun cuacanya. Ketika kami sedang beristirahat kami ditemui oleh petani setempat dan bertanya arah. Beliau menunjukkan arah yang harus kami tuju, tapi sayangnya kami masih nyasar. Untungnya Aa petani itu berbaik hati mengantar kami ke punggungan yang seharusnya kami tuju. Setelah menemukan pintu hutan, tidak ada masalah yang kami temui. Kami hanya cukup menyusuri trek saja. Trek yang disajikan bisa dibilang semi-memanjat karena kecuramannya yang sangat miring. Meski hanya tinggal menyusuri jalur tetap saja kesulitan karena trek tetap ada. Putus asa? Justru kami makin bersemangat.

Sekitar jam 14.30 kami pun tiba di puncak 1. Ternyata perjalanan dari pintu hutan menuju puncak hanya memakan waktu kurang lebih 4 jam saja. Tidak membuang-buang waktu kamipun membagi tugas. Aku dan 2 orang lagi membangun tenda dan sisanya memasak makan siang. Selagi membangun tenda di atas puncak 1 yang hanya berdiameter sekitar 3-4 ini tidak hentinya aku mengucap puji syukur karena telah diizinkan untuk melihat indahnya alam Indonesia. Tendapun selesai dibangun dengan menghadao tepat ke arah jalur sirotol mustakim, untuk menghindari angin yang bertiup dari utara pikirku. Tapi nampaknya keputusanku itu salah, karena berujung ke pengalaman lain.

Setelah banyak kegiatan lain yang rasanya tidak perlu dibahas terlewati, seperti biasa kamipun membagi waktu untuk berjaga malam. Aku kebagian pertama kali dari jam 11.30 sampai jam 1.30 malam. Aku berjaga di teras tenda berdua. Ketika kami asik mengobrol H-ku berbunyi. Oh ternyata sms dari Om Asep yang menanyakan apakah ada hal-hal aneh, karena katanya dulu sering ada orang disembelih. Sialnya aku melupakan fakta kalau gunung ini pernah menjadi saksi bisu pembantaian warga local oleh prajurit DI/TII. Malam semakin larut dan aku mulai mencium gelagat tidak beres dari arah depan tenda, tepatnya di jalur sirotol mustakim. Aku mulai mendongakkan kepala ke luar teras tenda dengan pandangan cemas. Teman-temanku yang paham dengan sikapku ini ketakutan dan memilih berada di dalam tenda semuanya. Jadilah aku hanya seorang diri berjaga. Untuk menghangatkan suasana aku tetap mengajak mereka mengobrol. Tapi entak kenapa selama mengobrol aku selalu ingin menengok ke arah jalur itu. Aku tidak hiraukan. Sampai akhirnya sudut mataku menangkap sesuatu. Apa itu pikirku penasaran. Akupun menengok dan tidak ada apa-apa. Kamipun lanjut mengobrol, sampai tiba-tiba aku terdiam karena sudut mataku sekali lagi menangkap sesuatu di jalur itu. Seperti sesosok manusia. Ya, manusia dengan rambut panjang. Aku tidak yakin apakah perempuan atau lelaki gondrong. Susah untuk melihat di tengah kegelapan, dan aku tidak berani menyenternya. Meski begitu, bentuknya masih bisa terlihat. Aku sangat mengingat betul bentuk kepalanya tida asimeteris. Kepala kanannya seperti terpotong seperempatnya. Aku yang sedari tadi sering berbicara kini hanya terdiam dan terpaku memandang ke satu arah. Semuanya ikut terdiam seakan paham. Aku pasrah, mereka juga pasrah andai mahluk itu mendatangi, karena tidak ada tempat untuk kami lari. Untungnya penampakan tersebut hanya berlangsung sebentar. Tidak berapa lama waktuku berjaga sudah habis, aku masuk ke tenda dan 3 orang temanku dengan enggan bergantian berjaga. Aku meyakinkan mereka itu bukan apa-apa, meski aku tahu itu adalah mahluk dari alam lain.

Setelah bergantian jaga aku langsung memasuki sleeping bag merah milikku dan langsung tidur. Aku tidak begitu tahu apa yang terjadi begitu aku tidur. Sampai aku terbangun karena mendengar ada 2 orang mengobrol di samping kanan tenda. Posisi suara tersebut berada sejajar dengan tenda. Hal yang tidak mungkin karena samping kanan tenda kami itu adalah jurang yang sangat dalam. Terbangun karena hal tersebut aku menjadi susah tertidur kembali. Kurang beruntung memang karena aku akan menjadi saksi gangguan selanjutnya. Ya masih ada. Tenda bagian belakang kami ada yang menendang keras sekali. Tidak ada yang bisa kulakukan selain berdoa supaya hal ini cepat berakhir. Angin utara yang berhembus sedari tengah malam seakan member ruang bagi mahluk-mahluk itgu untuk memperlancar kejahilannya. Menjelang subuh gangguan tersebut mereda dan akhirnya aku bisa kembali tidur meski sejenak.

Paginya aku bercerita tentang suara obrolan dan tendangan tersebut, ternyata mereka mendengarnya juga. Cuma terlalu takut untuk bangun.

 

43 Comments to "Gunung Rakutak, indah dengan cerita mistisnya"

  1. Ridho's Gravatar Ridho
    19 Desember 2012 - 20.45 | Permalink

    wah bagus tuh..

    memang, gunung itu rawan akan hal mistis.. bagi para penghobi pendaki gunung, harap hati2 dalam mendaki..

    next story gan..

  2. Beny.w's Gravatar Beny.w
    19 Desember 2012 - 21.56 | Permalink

    mantap bang
    Di tunggu cerita selanjutnya

  3. Ncut's Gravatar Ncut
    19 Desember 2012 - 22.18 | Permalink

    wah nambah lagi nih satu daftar penulis yg jd favorit ku.. Hehee..
    Lanjut mas ceritanya…

    Nanya dong a, emang nada dering hp nya yg dibilang horror itu suara apa atau musik apa? Hehehe…

    Sumpah serem abis ceritanya. Secara digunung kl ditampakin mau lari sembunyi kmn coba? Pernah lihat pasar yg suka dicerita-cerita itu ga? Atau yg lebih serem gtu…

  4. Ncut's Gravatar Ncut
    19 Desember 2012 - 23.13 | Permalink

    judulnya apa a? Aq mau nyari ah, soalnya aq suka musik atau nada dering yg horror-horror gtu. Dengerinnya tuh enak bs buat otak relax.. Hehe…

    • Ncut's Gravatar Ncut
      19 Desember 2012 - 23.31 | Permalink

      ia simphony gotic emang asli enaknya…
      Lingsir wengi? Itu mah mitos klo serem. Disini udh ada yg nerangin,ktanya itu adalah lagu menjauhkan kita dr setan malah, bahkan ada yg bilang kl itu lagu cinta jaman dulu.. Hahaha.. Coba aja searching, ada ko disini…

  5. iqbal's Gravatar iqbal
    19 Desember 2012 - 23.14 | Permalink

    buset… ko tega ya saudaramu bilang kalo lokasinya banyak orang disembelih.. ih. liat kambing disembelih aja udah eneg. apalagi manusia…

    • iqbal's Gravatar iqbal
      19 Desember 2012 - 23.30 | Permalink

      owh… kalo saya sih buat meredam rasa takut si dengan dengerin lagu-lagunya Limp Bizkit bro. ni juga lagi ndengerin lagu2 lb.. kan gitarisnya lb kaya gendruwo dandananya kalo lagi ngonser..

    • Ncut's Gravatar Ncut
      20 Desember 2012 - 00.09 | Permalink

      ayo a, cerita lg, yg penampakannya lebih menjijikan deh.. Hehehehe…

    • iqbal's Gravatar iqbal
      20 Desember 2012 - 07.48 | Permalink

      alright partner. .. you know what time it is .? Keep in rollin baby…
      seenggaknya gitulah salah atu lagu favoritku..
      mungkin kalo ada MG yg denger ikut2an joget jali ya.

  6. Ncut's Gravatar Ncut
    19 Desember 2012 - 23.59 | Permalink

    euh lg ngekek aq nih.. Liat status dua ibu-ibu yg lg hamil muda, temen di fb pd lg ketakutan..
    Krn didepan kamarnya ada cwe yg nangis. Wkwkwkwk..

    Bisa ya sama-sama gtu.. Pdhl yg satu dijakarta yg satu dicirebon.. :D

    jd inget dulu aq juga didengerin suara tangisan, anak pertama adik yg denger, anak ke dua yg keguguran, suami yg denger…

    • Ncut's Gravatar Ncut
      20 Desember 2012 - 00.06 | Permalink

      tau deh, heran aq ama mis kunkun.. Dulu wkt bibi aq hamil jg di ikutin ampe masuk kolong ranjang.. Wkwkwkwk..

  7. kha akmelia's Gravatar kha akmelia
    20 Desember 2012 - 01.02 | Permalink

    baca ceritax seru,baca koment2x jg seru.tp kykx blm kelar ni cerita,blm smpe turun lgi atw pnampakn lain disiangnya gt

  8. Endi's Gravatar Endi
    20 Desember 2012 - 03.18 | Permalink

    sepiiii……………….

  9. komodo nyasar's Gravatar komodo nyasar
    20 Desember 2012 - 08.46 | Permalink

    aduh,kemarin sepi yang posting,sekarang banyak yang post pusing bacanya

  10. 20 Desember 2012 - 13.31 | Permalink

    Mirip wiro sableng fotonya

    • Ncut's Gravatar Ncut
      20 Desember 2012 - 15.42 | Permalink

      ayo cerita lg a.

  11. Bidadari sempoyongan's Gravatar Bidadari sempoyongan
    20 Desember 2012 - 14.06 | Permalink

    Aku jg suka denger lagu horror. Bahkan di hp ku byk nada dering suara kuntilanak ketawa….
    Hihihihi

    • Ncut's Gravatar Ncut
      20 Desember 2012 - 15.24 | Permalink

      kl aq bukan suka yg gtu,, tp musik aq mah hehe,, lebih ke symponi.

  12. iqbal's Gravatar iqbal
    20 Desember 2012 - 15.06 | Permalink

    minum “BODREK” dengan “SPRITE!”

  13. mayang wulan sahara's Gravatar mayang wulan sahara
    20 Desember 2012 - 15.07 | Permalink

    mas, masa pe situ z ceritanya,,, lagi donk….

  14. Nabil's Gravatar Nabil
    20 Desember 2012 - 16.01 | Permalink

    Septapa(asep lgi bertapa)hehehehe..just kidding..ayo dong next storynya yg lebih seru..

  15. imot's Gravatar imot
    23 Desember 2012 - 17.44 | Permalink

    ceritanya serem, tapi buatku yang ga pernah naik gunung ini yang lebih serem adalah pas baca alinea pertama yang gambarin kalo jalur sirotol mustakim nya selebar 40-50cm dgn sisi kanan kiri jurang ratusan meter…uh,mpe mules ama deg-degan ngebayangin ngelewatinnya… salam buat om asep nya deh..

  16. 26 Desember 2012 - 04.48 | Permalink

    pasti anak mapala neah …
    ohya om ceritannya lumayan menghibur :D
    jadi ingin daki gunung juga :D

    ditunggu kisah2 mistik berikutnya :D

  17. 13 Februari 2013 - 11.52 | Permalink

    rencananya kami jg mau mendaki ke sana.. salam kenal :)

  18. 3 Juni 2013 - 00.33 | Permalink

    upphhhh menyembelih manusia ,,, menyeramkan banget ,, jangan kan manusia , meliat ayam di sembelih aja gak tega ampek nangis ,,,,

  19. zera's Gravatar zera
    29 Juni 2013 - 14.58 | Permalink

    Beeechhh…penulis favorit aQ niiich…BENER2 anak mapala aslee top markotop,cerita lagi dooonnnkkkk

  20. 14 Mei 2014 - 00.15 | Permalink

    This design is wicked! You definitely know how to keep
    a reader entertained. Between your wit and your videos, I was almost moved
    to start my own blog (well, almost…HaHa!) Wonderful job.
    I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented it.
    Tooo cool!

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)