Ayahku hampir jadi tumbal pesugihan

Assalamualaikum wr.wb

sekarang aku ingin menceritakan kisah nyata yang terjadi pada keluargaku, tepatnya bapakku yang hampir menjadi tumbal pesugihan. Entah kenapa bapakku selalu diincar menjadi korban bahkan sampai sekarang, tapi Alhamdulillah berkat pertolongan dan perlindungan Allah bapak tidak berhasil dijadikan tumbal.

Ooo

Kejadian 1 (tahun 2011)

Saat itu kampungku sedang geger, dua minggu berturut-turut warga kampung meninggal tanpa sebab yang jelas. Sebut saja Pak Adi (samaran), saat siang hari beliau masih segar bugar, pergi ke sawah seperti biasa, dan pulangnya masih sehat-sehat saja, bahkan beliau sempat ngobrol dan bercanda di warung. Tapi saat menjelang maghrib beliau mengeluh pusing pada istrinya, sehingga oleh istrinya diberi obat pereda pusing. Jam 20.00 istrinya pamit tidur duluan, tidak punya firasat apa-apa. Sang suami mengijinkan dan berkata kalau ia ingin nonton TV dulu. Pas subuh ketika istrinya melihat suaminya tidak ada di sampingnya, ia hanya berpikir suaminya sudah bangun atau ketiduran di sofa. Sang istri pun bangun dan pergi ke ruang keluarga untuk mengecek suaminya. Ia mendengar suara dengungan TV dan ternyata suaminya masih ada di depan TV, sedang duduk di sofa, namun posisi duduknya sangat aneh. Sang istri hanya beranggapan suaminya ketiduran ketika sedang menonton TV. Namun ketika suaminya dibangunkan, tubuh suaminya roboh dan sudah tidak bernyawa.

Seminggu kemudian terdengar lagi speaker di masjid mengumumkan meninggalnya ibu U. Kejadiannya pun hampir sama, beliau tiba-tiba meninggal tanpa sebab yang jelas. Saat itu warga masih belum mencurigai apa-apa, sampai kematian tersebut terus terulang…

Dan kejadian yang dialami bapakku ini kurang lebih seminggu setelah itu…

ooo

Siang itu bapa pergi ke sawah. Ummi (ibuku) menyuruh bapa lewat jalan pintas yang ada di samping rumah keluarga Said karena jalan yang biasanya dilalui sedang rusak. Sebenarnya ada dua jalan pintas, namun jalan pintas yang satu lagi melewati rumah Pak Jali (nama samaran) yang terkenal sebagai dukun santet dan telah mencoba berkali-kali mengirimkan santet pada keluargaku.

Waktu itu Bapa pulang ba’da ashar (sore hari). Bapa pun kembali melewati jalan di samping rumah Pak Said. Setelah sampai rumah beliau langsung mandi, shalat, makan, nonton TV. Saat adzan maghrib dikumandangkan beliau segera pergi ke masjid dan menunaikan shalat maghrib berjamaah disana, dzikir sampai adzan isya. Beliau lantas menunaikan kembali shalat isya berjamaah sebagai makmum. Namun pas tasyahud akhir, bapa merasa tiba-tiba sesuatu menabrak kepalanya dengan keras sekali, rasanya sangat sakit. Kepala bapa pusing dan mata berkunang-kunang, kegelapan berusaha menyelimuti. Tapi bapa berusaha untuk kuat, namun setelah salam bapa tak sadarkan diri (ini dari cerita bapa).

Bapa diantarkan oleh jamaah masjid yang lain, dan Alhamdulillah di rumah bapa sadarkan diri kembali, namun beliau tidak merasa kuat bahkan untuk duduk. Bapa hanya berbaring dengan sesekali matanya terpejam. Kami sekeluarga sangat cemas dan khawatir, padahal tadi siang bapa baik-baik saja. Kami menangis tak tahu apa yang harus dilakukan. Tetangga menyarankan untuk membawa bapa ke rumah sakit, namun ibu sanksi. Akhirnya ibu berinisiatif untuk memanggil mang Memed, saudara jauhku yang punya ilmu kebatinan. Diteleponlah beliau oleh teteh.

“Assalamualaikum Mang, bisa ke rumah gak sekarang? Bapa dari isya tadi sakit, gak bisa bangun.” Suara tetehku agak bergetar sangking cemasnya.

Lalu teteh mendengarkan mang Memed menjawab, aku gak tahu jawabannya apa karena aku gak nanya teteh.

“Makasih mang, ditunggu ya. Assalamualaikum.”

Baru saja telepon ditutup, tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu ‘tok tok tok’. Otomatis kita berpikir itu adalah tetangga yang akan menjenguk. Tetehku pun beranjak untuk membukanya. Alangkah terkejutnya teteh, ternyata yang ada di hadapannya adalah mang Memed.

“Assalamualaikum,” sapa beliau tersenyum.

Teteh masih menatapnya agape. “Waalaikumussalam,” akhirnya teteh bisa menjawab. “Loh, mang Memed kok udah disini?” teteh bertanya bingung.

Beliau tersenyum kembali. “Kalau dalam keadaan darurat bisa.” Hanya itu yang beliau katakan.

Kami bingung, masih menatapnya terkejut. Jelaslah kami terkejut, lah baru saja teteh menutup teleponnya, mang Memed udah datang. Padahal rumah Mang Memed sangat jauh dari rumah kami kurang lebih 20 km. Tapi kami pun langsung mengantarkan mang Memed ke kamar tempat bapa berbaring, tanyakannya nanti saja. Ummi pun kaget melihat mang Memed datang dalam sekejap. Ummi sangat bersyukur, lantas kami pun meninggalkan beliau di kamar bersama bapa.

Setelah kurang lebih satu jam mang Memed keluar diikuti bapa yang tengah berdiri di belakangnya tampak sehat. Kami pun serentak menghambur ke arah bapa.

“Bapa sekarang gimana keadaannya?” ummi menangis bahagia.

“Alhamdulillah bapa baik-baik saja mi,” sahut bapa tersenyum.

Aku dan tetehku ikut menitikan air mata. Alhamdulillah Allah masih menolong keluargaku. Tadi kami takut sekali kehilangan bapaku yang tercinta. Kami pun duduk-duduk di ruang keluarga bersama mang Memed. Dari penuturan beliau, kami tahu ternyata bapa akan ditumbalkan. Mang Memed tak memberitahu siapa, hanya dijelaskan ciri-cirinya.

“Rumahnya ada di sebelah barat rumah kalian. Orangnya agak hitam, kurus. Punya dua anak, laki-laki dan perempuan. Yah kekayaannya baru bertambah baru-baru ini. Kenal juga dengan keluarga ini,” jelas beliau.

Bukannya kami berburuk sangka, tapi ciri-ciri yang beliau tuturkan mirip sekali dengan Pak Said. Tapi kami serahkan semuanya kepada Allah.

Aku ingin bertanya. masih penasaran bagaimana beliau bisa tiba dalam sekejap. Tapi aku segan, untungnya tetehku juga sama penasarannya denganku.

“Mang, kok tadi bisa datang secepat itu?” tanya tetehku. “Tadi Mang Memed bukan dari rumah?”

Mang Memed pun tersenyum. “Amang dari rumah. Kalau dalam keadaan darurat seperti tadi bisa.”

“maksudnya bisa teleport gitu,” cetusku penasaran.

Mang Memed tersenyum mengiyakan. “Wow, aku juga ingin.” Aku kagum. Enak sekali ya kalau bisa teleport kemana-mana, tidak perlu naik kendaraan, tidak menyita waktu pula. Kalau masuk jam 7, tidak perlu berangkat pagi-pagi buta agar tidak terlambat, maklum rumahku di pedalaman, jauh kemana-mana.

“Hanya dalam keadaan darurat,” Mang Memed mengingatkan.

Mang Memed pun terus mengingatkan kita untuk memperbanyak ibadah dan dzikir, meminta perlindungan dan pertolongan pada Allah, dan berserah diri pada-Nya. Beliau menuturkan kampungku “bala”, maksudnya banyak sekali hal-hal jahat di kampungku. Banyak pesugihan dan dukun santet. Beliau sering menasehati agar banyak-banyak ibadah, jangan tinggalkan shalat, dan perbanyak dzikir.

Beliau juga mengatakan bapa menjadi target saat beliau lewat samping rumah Pak Said. Kata Mang Memed penunjukkan korban tidak perlu orang yang telah menikmati uang menyugihnya. Jadi bagi siapa saja, dapat dijadikan tumbal.

Beliau menuturkan untuk minggu-minggu berikutnya jangan heran jika banyak yang meninggal, begitu juga tahun depan saat memasuki bulan Mulud. Namun di tahun ke-3 pesugihannya, yang harus Pak Said tumbalkan adalah keluarganya sendiri.

“Lihat saja nanti, di tahun ke-3 nya pasti salah satu keluarganya ada yang meninggal. Namun untuk sekarang dan tahun berikutnya orang lain yang akan dikorbankan. Tapi kalian jangan cemas, teruslah berdzikir dan mendekatkan diri pada Allah. Insya Allah, Allah akan melindungi kalian.”

Dan benar, beberapa hari setelah itu terdengar warga yang meninggal tanpa sebab yang jelas, mungkin beliau itu sebagai pengganti bapa yang tidak berhasil dijadikan tumbal…entahlah. Lalu seminggu kemudian ada lagi yang meninggal. Jadi pas tahun 2011 ada 4 orang yang meninggal pada bulan Mulud, dengan rentang waktu yang dekat, dan bisa dibilang tidak wajar.

Hal ini membuat penduduk bertanya-tanya, ada apa di balik semua ini? Apalagi setelah melihat Pak Said yang kekayaannya semakin bertambah, padahal pekerjaan beliau sama dengan orang lain di kampungku, yaitu bertani dan berdagang di pasar. Ia dapat membeli sawah berhektar-hektar, merenovasi rumahnya menjadi bertingkat mewah, membeli mobil, dan lain-lain. Mungkinkah beliau telah memilih jalan kemusyrikan hanya untuk mendapatkan kekayaan dan mengorbankan nyawa orang-orang yang tak berdosa? Banyak penduduk percaya, namun ada juga yang tidak percaya. Sedangkan kami yang telah mengetahui perihal Pak Said dari Mang Memed memutuskan untuk tidak memberitahu siapapun.

Selain banyaknya warga yang meninggal secara tidak wajar, banyak lagi hal-hal aneh yang sering dilihat penduduk. Pertama, beberapa penduduk ada yang melihat ular sangat besar, dimana badannya sebesar batang pohon kelapa dengan ukuran yang panjang, keluar dari arah rumah keluarga Said.

Kedua, beberapa warga ada yang mendengar suara kereta delman pada malam hari mengarah ke arah rumah Pak Said. Aku sendiri pernah mendengar suara ringkikan kuda disusul dengan suara geraman kira-kira pada jam setengah dua belas malam. Padahal di kampungku tidak ada kuda. Langsung deh aku ngacir ke kamar tetehku dan nyungsep disana…hehee.

Selain itu pernah juga terdengar suara musik gamelan pada malam hari. Aku dan tetehku juga pernah mendengar pada jam sebelas malam, padahal saat itu tidak ada yang hajatan. Kemudian ada juga warga yang pernah ke rumah Pak Said dan melihat ada sebuah ‘kamar khusus’ di tingkat atas rumahnya.

Tetehku juga pernah ke rumah beliau, dan ternyata rumah beliau yang bertingkat mewah tersebut tidak diselesaikan, jadi lantai di belakang rumahnya masih ada yang belum dipasang keramik, temboknya masih belum dicat, gentengnya belum dipasang. Kalau didasarkan logika, buat apa coba? Padahal uangnya melimpah ruah, kok gak diselesaikan. Nah konon katanya si penyugih tidak menyelesaikan rumahnya agar tidak cepat ‘dijemput’ oleh makhluk gaib yang ia buat perjanjian. Karena jika rumanya telah selesai, artinya ia siap dibawa oleh jin itu. Sedangkan jika belum, setiap ia dijemput, ia akan bilang “nanti, rumahnya belum selesai…” wallahualam.

Hal-hal itulah yang menguatkan kecurigaan penduduk, walaupun tidak semua penduduk percaya.

Ooo

Itu salah satu kejadian misteri yang dialami keluargaku. Sebenarnya banyak kejadian misteri lain yang terjadi di keluargaku, mungkin yang aku ceritakan di atas paling gak serem.

Akhir kata maaf ya kalau gak serem. Maaf ceritanya kepanjangan dan membosankan. Maaf bila ada salah-salah kata dan tulisannya acak-acakan.

Wasalamulaikum wr.wb

46 Comments to "Ayahku hampir jadi tumbal pesugihan"

  1. Cut's Gravatar Cut
    7 Februari 2013 - 06.30 | Permalink

    Neng ceritanya kalo udh OK langsung dipublis aja ga usah di simpen di ko.sep. kan biar langsung bisa dibaca ma tmn2, hehehhe…

  2. kamal adi's Gravatar kamal adi
    7 Februari 2013 - 07.41 | Permalink

    mantap ceritanya sis, mang memed tinggi jg ilmunya

  3. Mr Jay's Gravatar Mr Jay
    7 Februari 2013 - 07.45 | Permalink

    Mantaps sist, next ke cerita part 2 nya…

  4. 7 Februari 2013 - 07.51 | Permalink

    ceritanya panjang dan lumayan enak dibaca :D

    • 7 Februari 2013 - 10.03 | Permalink

      yups sama-sama ditunggu cerita selanjutnya

  5. 7 Februari 2013 - 08.07 | Permalink

    hantu dumay enak mana sama pangkal paha ayam goreng…………………….hehhehehehhehe…………..good story
    cerita kok di bilang enak emang makanan………..xiixxixiixixxiixixii
    bilang sedep sekalian kaya Ajina motto………………..gkkgkgkgkkgk
    di tunggu lanjutan ceritanya sertem eh serem……………..kaya adik bungsu ku mau jadiin tumbal ga jd………amit” jabang bebek dia yg kaya orang lain yg sengsara

    • 7 Februari 2013 - 08.41 | Permalink

      semua yang terlihat dan terasa akan enak bila kita menikmatiknya
      begitu juga tulisan ini…meskipun panjang namun tetap enak dipandang dan enak dibaca

      entah itu dipangkal paha ataupun di ujung lidah… enak akan terus dirasa hingga mulut tak dapat berkata-kata

    • 7 Februari 2013 - 10.04 | Permalink

      prasaan itu kata-kata yang biasa ku dengar :D

  6. Ikha's Gravatar Ikha
    7 Februari 2013 - 08.34 | Permalink

    Tega bener itu org, cari kekayaan dgn menumbalkan orang laen,,,

  7. wavi's Gravatar wavi
    7 Februari 2013 - 09.03 | Permalink

    kalau ntar keluargax pada mati apa enakx coba,,
    >>> pikir donk…

    bagus beud cra bikin certax,,

    • imot's Gravatar imot
      7 Februari 2013 - 10.31 | Permalink

      yaks.. aje gile jawaban pak said,memang udh karakter buruk melekat erat
      yg sabar ya, ya alloh kasian banget nasib tetangga2nya
      semoga taun ke 3 cepet datang, & pak said lah yg jadi tumbal

  8. debu's Gravatar debu
    7 Februari 2013 - 09.40 | Permalink

    critanya TOP BGT dah….

  9. Nimas's Gravatar Nimas
    7 Februari 2013 - 10.39 | Permalink

    Ceritanya bagus banget…aku paling suka baca cerita tentang pesugihan.

  10. reddevilzmania's Gravatar reddevilzmania
    7 Februari 2013 - 12.38 | Permalink

    Sip ceritanya..dtunggu cerita brikutnya..
    Btw Makin rame aj ni blog.. Tp para penghuni lama mlh jarang keliatan.. Pd kmana yak??

  11. rara's Gravatar rara
    7 Februari 2013 - 22.18 | Permalink

    kaya tanteku nih critanya, tp mpe skrg tanteku ga bs ngapa2in uda setahun in, badannya mati ga bs digerakin tp uda kedokter mana2 am dirawat di RS ternama di jkt,jogja,solo semua dokter ga tau penyakitnya, kalo kata orang pinter yg bs liat hal2 gaib gt bdn tanteku dililit ular yg segede pohon kelapa trus kepalanya ular yg gigit leher ama bahunya ngisep darahnya gt. mpe sekrg keluarga msh nyariin obtnya, mau dong konsul ama mamg memed sapa tau bs bantu

  12. rara's Gravatar rara
    8 Februari 2013 - 12.22 | Permalink

    islam jg teh, ini jg uda ditanganin ama beberapa kyai tp masih tetep sama aja,ya yg dulunya bdnnya kaku kaya kayu skrg uda bisa digerakin, tp kalo dr bicara ky gt tanteku ga kaya org sakit, kalo kambuh itu badannya gatal+panas bgt kdg semaleman nangis gr2 ngrasain bdnnya yg ga karuan, apalagi kalo dimandiin dr badannya keluar bau gosong, dl pnh dirukiah dijkrt ama beberp kyai tp jg ga sembuh, pas dulu pertm2 sakit tiap dirukiah jinnya malah ngikutin pak kyai nya yg lg ngedoain, kalo kata tanteku kan selm dy skt jd bs liat hal2 gaib gt dy sering didatangin mahkluk2 gaib diajakin pergi tp tanteku ga pnh mau, ya kalo boleh lah teh no pak kyai nya sapa tau bs bantuin biar tante ku cepet sembuh,,,

  13. syahrul gunawan's Gravatar syahrul gunawan
    18 April 2013 - 19.13 | Permalink

    ka mau tanya ini,
    Ciri-ciri pesugihan itu gimana ya??
    Soalnya ayah saya disuruh solat dipaksa dulu baru solat,terus ayah saya tidak mau baca al quran bahkan tidak mau pegang sama sekali,itu termasuk pesugihan apa engga ya,makasih

    • 29 Juni 2013 - 10.40 | Permalink

      that here. Currently the Iranian establishment is fanillg back on the line that this is all a conspiracy by the US, UK, and England. In effect, seeking to exploit patriotism to put the protesters in a position appearing to be playing into the hands of hostile foreign powers. The neocons and the right in general, seems oblivious to that seeking, above all, to find anything to bash Obama for regardless of whether it is good for either people abroad or even the US at home.My point is simple, if the protesters feel the neocons are right they can certainly write signs in English asking Mr. Obama to directly support them. As you pointed out, one of their prime leaders even states that he is Iran’s Obama’ while the other side is Iran’s Bush . There’s no need for you to channel the will of the Iranian people by assuming their use of English alone indicates anything other than a desire to communicate what they actually write in English.

    • 2 Juli 2013 - 21.31 | Permalink

      Psychological well being and health henialg and coping strategies for depression)?It’s okay, I promise this read is not pointless and boring, please read if you can relate or offer any helpful adviceHey everyone (or anyone reading this) Lately I have been feeling a bit depressed and unmotivated because of the weather and lack of sunlight. I take vitamin D pills and I try my best to soothe myself by listening to soft music, breathing in and out, journaling my thoughts and feelings and even talking to my psychiatrist. On days whenn the weather is nicer, I am always doing my best to stay physically active and break a sweat haven’t been able to do so cause it won’t stop raining. I feel imprisoned because of thie shitty weather and no Sun.I have tried antidepressants and even anti-psychotics before in the past, but I had a habit of drinking on the weekends and sometimes partying, so it never fully helped me. I learned from my past mistakes and I am sober now and have been for a while, not planning on going back to those bad habits.I want to go back on medication (I am not seeing my Doc for another 2 weeks). There are so many out there and I hear that some medications dont actually help you, they just mask your symptoms. I wish I knew which ones are the best and safe ones, that won’t damage my THRYROID and LIVER/Kidneys it really friggin sucks. When you feel a bit depressed, what do you do? How can I make myself feel better cause I feel very glum and I get anxious and just mixed amount of emotions. My mind is overactive and often find it hard to quiet it down. Especially if I am feeling troubled at night when trying to sleep.I am asking nicely for some advice on how to comfortably get through this without letting it hurt me too much. Since I am not on any meds, what can i do in the meantime?If you are on meds or are not, what do you do to make yourself feel better and heal?I just don’t feel happy and I easily get miserable and sad, feeling sorry for myself that this is happening to me. Maybe I am experiencing ups and downs because I am still recovering from a past of drinking, late nights, and partying, I dont know. But at least on I am free that poison and if I do go back on meds, It will work more effectively. I also let my bf go, of 3 years for the sake of my well being (mental, physical and emotional health) to recover. The relationship had to end because if I didn’t end it the destructive cycle would never end. Almost every night I would cry feeling guilty and/or missing him, but I know I made the best decision to save my life. Letting go can be painful and not easy. Maybe this could be affecting my mental health? Or it is a combination of everything The thing is, do we REALLY need antidepressants/psychotics to heal us? I truly dont think I was born Bi-polar. I got that diagnosis as a result of smoking weed and drinking (and experimenting with Concaine) in my teenage years. I really wonder if I should believe what some say about henialg naturally (like my Dad would tell me) or that I am damaged goods and need to repair with medication. This is so confusing. And I don’t want to be dependant on those kind of meds for the rest of my life. Also I must mention that I don’t socialize much and maybe I need more social interaction to uplift my spirits. My ex bf was like my best friend and now I have nobody. I feel so lonely.If you can reach out and help me with this and you’re understanding and have some knowedge or experience with this, PLEASE I need to hear from you! This is not easy for me or anyone (cause many of us are depressed nowadays) ..this took me a lot of courage to admitt and write something like this on here .my heart was telling me to just try thanks for taking your time to read this. http://mhoqzn.com [url=http://piduofl.com]piduofl[/url] [link=http://yqoitldikh.com]yqoitldikh[/link]

    • 3 Juli 2013 - 13.24 | Permalink

      Hey, that’s poelfruw. Thanks for the news.

  14. eko wirahutomo sh's Gravatar eko wirahutomo sh
    5 Mei 2013 - 17.30 | Permalink

    blh ndak saya kenalan dgn beliau(kang memed)soalnya adik saya kena guna guna sdh 8 tahun
    Serius mas,saya tdk bhg,nope saya 085751117696,jika akang tdk percaya mnt kang memed cek saya siap dihukum apa ajah jika saya terbukti berbhg,nama saya eko wirahutomo sh,alamat banjarmasin

  15. TapeKetan's Gravatar TapeKetan
    10 Mei 2013 - 18.59 | Permalink

    Kisah nyata pnh hikmah.. Semoga kluargamu slalu dlm perlindungan Alloh ‘Azza waJalla, krn hdp dlm lingkungan yg ”berat” n smoga Alloh Ta’ala jg melindungi hamba2NYA yg tiada bersalah di kampungmu dr perbuatan para syetan minal jinnati wannas, n smoga orang2 yg bersekutu dg jin kafir, dukun2 santet laknatulloh itu segera taubat.

  16. 29 Juni 2013 - 13.00 | Permalink

    This piece starts with an inneiestrtg question, if the Iran protestors want silence … why are so many of their signs in English? You mean their English lessons in grammer school never covered how to write signs that say Mr. Obama please listen to the neocons ? Amazing.

  17. 2 Juli 2013 - 10.30 | Permalink

    / If you want to play legacy games and run hrmobeew then might I suggest that you put your efforts in to building yourself a decent Linux machine instead of getting angry at Sony for attempting to prevent the Playstation 3 becoming the hacked mess that Xbox is.

  18. Hery's Gravatar Hery
    28 Juli 2013 - 02.21 | Permalink

    Maaf,kl blh tau,emang teteh almat tmpat tinggalnya dmn,ko kisah’a ky yg di daerah kmpung bnget

  19. ali's Gravatar ali
    18 Desember 2013 - 00.56 | Permalink

    jika butuh bantuan urusan gaib hub kami insya allah bisa membantu

  20. no name's Gravatar no name
    18 Desember 2013 - 01.03 | Permalink

    buat mbak rara mandikan dengan air garam sebelum mandi baca alfatihah dan surat yasin ..kemudian berdoa kepada allah minta kesembuhan….insyaa allah

  21. no name's Gravatar no name
    18 Desember 2013 - 01.07 | Permalink

    buat mas eko ambil kopi hitam,,,baca alfatihah dan ayat kursi kemudian berdoa kepada alllah minta kesembuhan insyaallah

  22. no name's Gravatar no name
    18 Desember 2013 - 01.10 | Permalink

    buat syahrul gunawan…..memang tidak ada ciri 2 khusus orang seperti itu tetapi dari kemasyarakatan dilihat lebih pendiam dan tertutup dan usahanya berkembang cepat….untuk lebih mengerti belajar batin

  23. 6 Februari 2014 - 00.06 | Permalink

    Assalamualaikum Wr Wb

    Teh saya mau sedikit curhat…

    Keluarga saya kan usaha bakso di palembang, nah udah setahun ini ada orang baru saingan jualan kami dan teman-teman kami. Sejak jualan pertama hingga skrg orang beli diwarung dia itu selalu berjubel, bahkan habisnya fantastis hingga setengah kwintal (tahu habis 1/2 kwintalkarna salah satu temen kami satu gilingan dgn dia) dalam waktu jualan jam 3 sore hingga jam 7 Isya sudah habis. Sehingga membuat penjual bakso disekitarnya pada mati atau sepi, harus menunggu dagangan dia habis baru kami berempat dapat pembeli. Jarak antar pedagang sekitar 200meter. Padahal sebelumnya (ada dia) antara kami pedagang bakso berempat habisnya selalu stabil.

    Warung dia menggunakan tenda dan tempat jualannya tidak senyaman dari warung kami karna warung dia diatas rerumputan dan didepan gerbang pemakaman,rasa baksonya pun masih enak kami. (menurut kesaksian beberapa orang yg membeli bakso dia dan bakso kami)

    Saya sedikit jelaskan
    A= warung teman bapak (asal dari selogiri) menggunakan tenda bongkar pasang
    B= warung keluarga saya menggunakan bentuk rumah permanen
    C= warung teman saya (asal dari bulukerto) menggunakan
    D= warung teman bapak (asal dari bulukerto)

    Antara penjual C dan penjual D masih satu kampung dengan orang baru tersebut.

    A–>B–>C–D

    jarak antara warung A ke warung B 200an meter, begitupun B ke C dan C ke D.

    Orang tersebut asal jg dari Bulukerto dan sudah menikah dan punya anak usianya sekitar 35an dan membuka warung pas di depan warung teman saya C (seberang jalan). Ketika teman saya “C” mengingatkan kok bukanya di depan dia, orang baru itu malah menjawab saingan ya saingan, mau saingan pake menyan juga boleh. Temen saya c hanyan bisa diam dan pasrah.

    Menurut para pembeli ada banyak yg merasakan keanehan, banyak yg cerita kepada kami kok tiap melintasi warung dia seperti disuruh beli dan ingin selalu menambah. Tp kami selalu menjawab wah ga tau, karna takut fitnah (salah satu teman kami yg menceritakan). Dan yg anehnya lagi bakso kami ber empat baru laku bila bakso dia habis. Sebelum bakso dia habis kebanyakan pembeli hanya yang membeli mie ayam (alhamdulillah warung orang baru tersebut tidak menjual mie ayam). Dan masih banyak lagi cerita janggal yg diceritakan anak buahnya yg ikut kerja dia. Ada lagi orang yg mau membeli di warung D udah masuk warungnya dan duduk anaknya yg masih balita menangis mengajak beli di warung orang baru tersebut.

    Keanehan lainnya, Semenjak dia buka pangkalan bakso keluarganya silih berganti meninggal tanpa sebab, kakaknya yg diPalembang jg penjual bakso yg meninggal pertama (meninggalnya pas sedang jualan bakso tahu-tahu pingsan dan meninggal di tempat waktu sore hari), kemudian pakleknya jg meninggal tanpa sebab, kemudian kakaknya yg dijakarta jg meninggal tanpa sebab (kerja tahu tahu pingsan dan meinggal waktu sore hari), yg terbaru Kakaknya yg di Bulukerto jg meninggal tanpa sebab (meninggalnya pas sedang ekrja bakti padahal masih ngobrol dan habis mandi pingsan dan meninggal langsung). Jarak mereka meninggal ga sampai 100hari. Nah ga tau 100 hari kedepan apakah masih berlanjut keluarganya pada terkena musibah, semoga saya tidak.

    Kami tahu keluarganya pada meninggal karena dari kami berempat kami selalu melayat keluarganya atau mengantar jenazah keluarganya ke bulukerto. Karena asal kami masih sekabupaten Wonogiri dan sama sama merantau ke Palembang.

    Nah kira-kira itu jenis pesugihan apa ya, dan bagaimana menangkalnya biar warung kami-kami ga kena imbasnya, karena kami harus menunggu dia habis dulu baru ada pembeli bakso. Kami berempat selama setahun ini hanya diam dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa bila di depan dia.

    Tolong dibalas ke email saya ya teh, makasih

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)


*