Ayahku hampir jadi tumbal pesugihan 2

Assalamualaikum wr.wb

Ini kelanjutan cerita yang ayahku hampir jadi tumbal pesugihan.

ooo

Tahun 2012

Kampungku memang sudah terkenal angker, namun hal yang paling ditakuti adalah pas memasuki bulan Mulud. Masyarakat takut pada bulan ini pun banyak yang meninggal seperti tahun sebelumnya. Kami sekeluarga lebih meningkatkan ibadah agar terus dilindungi oleh Allah dari perbuatan jahat makhluk-Nya. Rumah kami pun telah dipagar dengan ayat-ayat Allah. Dan kami pun diberi penjaga diri.

Seminggu setelah datangnya bulan Mulud tidak terjadi apa-apa, tidak ada kabar orang meninggal. Kami merasa lebih tenang, mungkin tumbal yang harus diserahkan hanya pada tahun pertama saja. Kami tidak berpikir Pak Said sudah sadar, karena harta beliau masih banyak. Karena yang kami tahu jika orang tersebut membatalkan perjanjian maka hartanya pun akan raib.

Namun di saat-saat itu entah kenapa mobil dugul (mobil bak) bapaku sering mengalami masalah. Pertama bapa sedang bawa dagangan ke pasar menggunakan mobil bak, di jalan tiba-tiba bannya meletus. Setelah itu diperbaiki ke bengkel dan diganti dengan ban yang lebih bagus, tapi ternyata tetap meledak pas lagi dikendarai, padahal beban yang dibawa mobil itu tidak terlalu berat. Berkali-kali ban tersebut meledak sampai hampir terjadi kecelakaan tapi Alhamdulillah bapak tidak kenapa-kenapa.

Beberapa hari kemudian kyai yang membantu mengobatiku (waktu aku kena guna-guna) berkunjung ke rumahku. Beliau memang sering bersilaturahim kepada keluarga kami. Saat itulah beliau melihat garasi mobil bak bapa. Beliau pun bertanya perihal mobil bak bapa, dan bapa pun menceritakan kalau mobil bak bapak sering kena masalah.

Malamnya Pak Kyai itu pun membaca doa di garasi, tiba-tiba muncul dua ekor ular yang besar. Ular itu pun berbicara, ya mereka bicara dengan suara yang mendesis-desis. Kira-kira seperti ini dialognya:

Pak Kyai: kenapa kalian ganggu keluarga ini?

Ular        : Kami datang untuk R (nama ayahku).

Kyai        : untuk apa?

Ular        : Keluarga ini tepatnya R telah ditunjuk menjadi tumbal oleh Said.

Kyai        : Pergilah, jangan ganggu keluarga ini lagi.

Ular        : Asal kalian tahu saja Said tidak akan berhenti mengincar R.

Kyai        : Kenapa?

Ular        : Karena jika berhasil mendapat tumbal R, kekayaannya akan semakin melimpah.

Lalu kedua ular itu pun menggeloyor pergi dan raib begitu saja.

Menurut Pak Kyai kejadian dengan mobil bapak ada hubungannya dengan itu. Kalau saja bukan karena perlindungan Allah mungkin bapak bisa mengalami kecelakaan parah, namun Alhamdulillah itu hanya sebatas ban meletus.

Entahlah aku masih belum mengerti kenapa jika bapak berhasil ditumbalkan kekayaannya akan semakin melimpah. Aku sering bercanda mungkin bapak istimewa sampai-sampai jin-jin siluman saja jika mendapatkan bapak, akan memberikan kekayaannya yang semakin banyak pada si penyugih.

Esoknya setiap kami berpapasan dengan Pak Said, dia terus melotot pada keluarga kami sampai-sampai aku takut bola matanya keluar. Mungkin ia sewot karena gagal lagi menjadikan bapak tumbal.

Dan beberapa hari kemudian terdengar kabar warga meninggal secara tidak wajar, mungkin warga itu sebagai pengganti bapak, entahlah…. Lalu seminggu kemudian ada lagi yang meninggal secara tidak wajar. Dan lagi… Entahlah apa mereka benar-benar ditumbalkan, Wallahualam… namun kalau setiap tahun terus terjadi seperti ini, warga di kampungku bisa-bisa habis.

Dan di tahun 2013 ini, di bulan Mulud ini aku dan keluarga semakin memperbanyak ibadah kepada Allah. Selain itu uyut kami juga telah memberikan penjaga diri, diberikan dzikiran yang kami amalkan setiap hari agar dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. Menurut beliau keluarga ini masih diincar oleh Pak Said, terlebih bapak.  Selain karena agar harta kekayaannya semakin melimpah, dia juga penasaran kenapa bapak tidak pernah berhasil dijadikan tumbal.

Baru saja aku dan tetehku bicara Alhamdulillah tahun ini tidak ada yang meninggal, walaupun Pak L hampir lewat jika tidak cepat-cepat dibawa ke Pak Kyai. Ternyata Sore kemarin, tanggal 6 Feb 2013 kembali terdengar suara speaker di masjid yang mengumumkan meninggalnya Pak M. Benar apa yang dikatakan oleh saudaraku, Mang Memed. Saat beliau mengobati bapa, beliau pernah menuturkan bahwa di tahun ke-3 yang akan dijadikan tumbal adalah keluarganya sendiri. Dan Pak M adalah ayah dari Pak Said. Mungkinkah Pak M ditumbalkan? wallahualam…

Semoga tidak ada lagi yang meninggal secara tidak wajar sampai penghujung bulan ini. Walaupun suara burung wik wik (aku gak tahu namanya), burung yang menandakan akan ada orang yang meninggal, terus terdengar nyaring. Tapi kami masih berharap Allah memberikan perlindungan sehingga tidak ada lagi warga yang jadi korban tumbal pesugihan.

Ooo

Ok, itu cerita tentang ayahku yang hampir dijadikan tumbal oleh Pak Said yang konon katanya membuat perjanjian dengan Nyi Roro Kidul. Dan dodolnya, ada yang mengikuti jejak beliau. Mereka berbondong-bondong ikut ke Laut selatan, lalu memulai ritual disana. Menurut cerita Pak K, yang ikut kesana, mereka masuk ke sebuah goa lalu mandi kembang disana. Terus pas kita tanya apa gak takut musyrik? Nanti bisa jadi golongan mereka. Dengan entengnya beliau menjawab “Ah, sudah tahu. Yang penting bisa jadi kaya.” Naudzubillah…

Sedangkan yang lain sebut Pak Amad (samaran) harus bersyukur karena istrinya masih memiliki keimanan. Beliau tidak diijinkan oleh istrinya, tapi nekat kesana. Ternyata kalau ingin menyugih kesana syaratnya keluarganya harus tahu dan mengijinkan. Dan karena Pak Amad ini tidak diijinkan oleh istrinya, beliau tidak diterima, disuruh pulang kembali.

Kalau yang satu lagi, sebut Pak A, kekayaannya habis kembali karena ia melanggar perjanjian. Ternyata salah satu perjanjiannya dia tidak boleh menikah lagi. Namun Pak A ini menikah lagi, dan sebagai akibatnya yang tadinya kekayaannya baru mulai bertambah, langsung habis kembali. Kalau Pak Said sampai sekarang kekayaannya masih melimpah ruah. Tapi ia baik sekali, selalu menyumbang ke masjid sampai berjuta-juta, ngasih anak-anak, dll tapi kalau hutang gak dibayar. Selidik punya selidik ternyata salah satu syaratnya juga kalau sudah jadi kaya jangan pelit. Karena ia anggap bayar hutang itu bukan sedekah jadi tak perlulah ia bayar.. toenggg. Dan orang-orang gak nagih karena takut dijadikan tumbal.

Di kampungku selain menyugih pada ular, ada juga menyugih pada babi dan monyet. Selain itu ada juga yang punya tuyul. Waktu itu aku kehilangan uang dua ratus ribu lebih, padahal pas sore masih ada tapi pagi-paginya udah raib. Ternyata ada tetangga yang melihat saat maghrib ada hewan besar berbulu dengan buntut sangat panjang loncat ke genteng rumahku. Karena saat itu ia melihatnya agak lumayan jauh dan sudah hampir gelap, ia tak bisa memastikan itu monyet. Namun dari ciri-cirinya itu seperti monyet, hal ini juga dikuatkan esokya pas maghrib juga ada orang yang melihat monyet besar bergelantungan di pohon belakang rumahku.

Terus waktu itu juga orang yang ronda melihat babi sedang menggesek di halaman salah satu rumah penduduk, langsunglah ia uber dan berteriak “babi ngepet, babi ngepet”. Babi itu pun lari dikejar-kejar penduduk sekampung dengan membawa obor dan pentungan. Tapi pas lagi dikejar, tiba-tiba ada anjing putih besar, lalu babi itu pun hilang.

Terus ada warga yang ‘kawenehan’ melihat seseorang sedang menggendong tuyul di punggungnya saat ada pasar kaget. Pas ia memberitahu temannya, temannya tidak melihat. Ia hanya melihat kalau orang tersebut jalan dengan sedikit membungkuk dan tangannya ditaruh di belakang punggung.

Selain itu, setiap bulan Mulud selalu ada uang berserakan di jalan. Katanya yang memungut uang maka akan dijadikan tumbal. Siang itu ada anak laki-laki yang sedang bermain memungut uang itu. Namanya anak, ia pakelah untuk jajan. Tapi sorenya tiba-tiba anak tersebut kejang-kejang dan terus mencengkeram lehernya. Katanya serasa ada yang mencekiknya, dan paginya ia meninggal.

Begitulah kampungku yang kata Pak Kyai adalah kampung ‘bala’. Selain banyak yang menyugih, banyak juga dukun santetnya, berjumlah tiga orang, yang sering meneror masyarakat, terlebih keluargaku. Menurut jin yang berhasil ditangkap dan ditanyai, dukun santet tersebut terus-menerus mengirim santet kepada keluargaku karena ia penasaran, santetnya tak ada satupun yang berhasil mencelakai kami sampai mati, malah yang jadi korban orang yang bekerja pada kami. Kalau ingat ini, aku kesel sekali, pengen nguek-nguek tuh dukun.

Ok, sekian dulu… Maaf ceritanya kepanjangan dan gak serem, dan meleber kemana-mana. Akhir kata maaf kalau ada salah-salah kata. Sampai jumpa lain waktu :)

Wassalamualaikum wr.wb

25 Comments to "Ayahku hampir jadi tumbal pesugihan 2"

  1. Cut's Gravatar Cut
    7 Februari 2013 - 06.31 | Permalink

    ini sambungannya langsung aq tampilin aja ya neng,, biar langsung kelar heheh..

  2. melly's Gravatar melly
    7 Februari 2013 - 07.28 | Permalink

    semoga Allah SWT selalu melindungi keluargamu yaa …. amin

  3. 7 Februari 2013 - 07.52 | Permalink

    wah gila cepet bener tamplnya…
    dan udah gak bikin penasran :D

    • Cut's Gravatar Cut
      7 Februari 2013 - 07.57 | Permalink

      soalnya nanti siap pasti bakal bnyk cerita,, hahahhaha…

    • 7 Februari 2013 - 08.28 | Permalink

      kirim cerita engak yah….
      ah ngapus komen aja ah :D

  4. Mr Jay's Gravatar Mr Jay
    7 Februari 2013 - 07.53 | Permalink

    Well, masih betah sist tinggal dikampung ntu…
    padahal sudah 3 tahun diterror,, wah2 ane mah segera cabut dagh dari kampung
    bala..

    Yups, stuju dengan sist melly, semoga Allah SWT selalu melindungi keluargamu serta bagi mereka yang melakukan pesugihan segera bertaubat..

  5. 7 Februari 2013 - 08.18 | Permalink

    kapan ya para dukun santet insyaf……………………audzubillahmindalik………………….

  6. kamal adi's Gravatar kamal adi
    7 Februari 2013 - 08.47 | Permalink

    untung iman keluarga sis kuat jd masih dilindungi oleh Allah, semoga mereka semua disadarkan secepatnya

  7. wavi's Gravatar wavi
    7 Februari 2013 - 09.17 | Permalink

    aq paling benci dnger org maen ilmu hitam gtu,, bkin org lain mendrta,, :(
    >> ttep zmgat ea ivee

  8. Ikha's Gravatar Ikha
    7 Februari 2013 - 09.21 | Permalink

    Ya semoga Allah slalu melindungi keluarga besar mu, ceritanya seram, btw msh banyak jg org di zaman yg canggih ni msh saja melakukan pesugihan.
    Kalau mau kaya ya kerja,,,, Kerja,,,, dong.

  9. imot's Gravatar imot
    7 Februari 2013 - 10.49 | Permalink

    hadeeh,speechless..
    kampungnya dimana,ivee,aku ga mau lewat2 kesana deh..hehe
    btw,pernah ngobrol ma dukun gaul katanya nyantet orang biar ga langsung ketauan bisa lewat kendaraannya,dibikin serupa kecelakaan biar kesannya insidentil ntar jadi ga pada curiga.. nyebelin banget ya

  10. reddevilzmania's Gravatar reddevilzmania
    7 Februari 2013 - 13.57 | Permalink

    Busyet dah.. Banyak amat kejahatan yg trjadi.. Moga2 undang2 hukum tentang santet bs trealisasi.. Jd biar nyahok yg jd dukun..amin

  11. ita's Gravatar ita
    7 Februari 2013 - 14.10 | Permalink

    serem amat kampung kamu ya ivee
    Mudah2an ivee dn keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT
    Di tunggu laporan kejadian2 berikut nya ya . Hehehe..
    Udah kayak cerita bu uuknya mas ridho..

  12. 26 Maret 2013 - 15.12 | Permalink

    When I originally commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now each time a comment is added I get 4 emails using the very same comment. Is there any way you possibly can eliminate me from that service? Thanks!

    Nike Lunar Glide 2 til salg

  13. Adoel's Gravatar Adoel
    15 Juni 2013 - 14.18 | Permalink

    Wah ini kejadiannya dikampung mana Vee???

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)


*