telpon dari sahabat…

Malam itu sudah tidak banyak lagi aktifitas yang harus aku lakukan, beberapa laporan tentang lingkungan di Surabaya sudah bisa aku selesaikan dengan baik. Rasanya jadi pengin meluruskan punggung yang kaku dari tadi, kursi kerjaku lalu kususun rapi membentuk kursi malas darurat, hmmm… enak sekali rasanya ketika aku bisa menaruh kakiku disitu, slonjor dan rebahan. Belum sempat ketemukan posisi yang enak, tiba-tiba hpku bergetar dengan keras. Sebuah panggilan  masuk, “…er,  ini aku herman, aku lagi kena musibah di dekat jembatan panjang jiwo, cepat yo tulongono aku (cepat ya, tolongi aku)”. Agak kaget juga menerima telpon  dari seorang sahabat yang sekitar 5 tahun lenyap, namun belum sempat kujawab, telpon tiba-tiba putus.

 

Cukup panik aku dibuatnya, berkali-kali nomornya kuhubungi, nadanya tetap sibuk, bahkan sempat muncul kalimat “nomor yang sedang anda hubungi sedang diluar service area”. Aku segera pamit sama mas damar yang kebetulan sama-sama lembur dimalam itu, untuk menjumpai teman lamaku yang  sedang butuh pertolongan. Kukeluarkan BMW R25 kesayanganku, motor tua yang cukup legendaries namun tetap enak untuk sekedar dibuat  narsis. Segera kususuri jalan Manyar Sabrangan, lurus nembus menur lurus mengarah ke Bratang. Sampai didekat jembatan panjang jiwo aku berhenti. Malam itu susananya sudah agak sepi. Setelah memarkir motor ditempat yang aman, aku segera mencari sahabatku Herman, kok tidak ada. Berkali-kali kususuri trotoar yang ada di jembatan itu, namun sosok sahabatku itu tidak kutemukan. Melihat diriku yang mondar-mandir kaya strikaan, mas bejo tukang tambal ban yang ada disebelah kiri jembatan lalu menghampiri, dengan curiga dia menghentikan langkahku, dan bertanya dengan nada yang datar “…sedang cari apa mas, kok kelihatannya sampean dari tadi mondar-mandiri saja?”, “maaf pak, saya sedang mencari sahabat saya, yang katanya tadi mendapat musibah di daerah sekitar sini” kataku dengan sopan . Melihat nada bicaraku yang halus dan sopan itu, mas bejo (nama yang kemudian dikenalkan padaku) berubah menjadi lebih bersahabat “…musibah?, kok dari tadi tidak ada kecelakaan blas mas, bahkan orang kejambret juga tidak ada” katanya sambil mengajak diriku ke bangku panjang yang ada dikiosnya itu.

 

Dengan diplomatis aku kemudian membeli satu bungkus rokok, resep ini kelihatannya cukup mujarab, karena mas bejo kemudian cerita panjang lebar. “…kalau kemarin memang ada kecelakaan mas, motor dengan truk muat sabun…lha korbannya cukup parah malah, dari lubang telinga, hidung mengeluarkan darah,  langsung korbannya dibawa ke dr. soetomo kok kemarin, ya ndak kang parji” katanya sambil menunjuk seorang tukang becak yang mangkal di kios tambal ban itu. Dheg! Hatiku jadi deg-degan mendengar informasi itu, jangan…jangan, “…wah jangan-jangan yang menjadi korban kecelakaan itu Herman sahabatku ya?!” bathinku. “nuwun sewu, ciri-ciri korbannya seperti apa pak?”  tanyaku. Aku semakin kaget ketika dengan gamblang mas bejo maupun pak parji menerangkan ciri-ciri orang yang kecelakaan itu, persis cirri-ciri yang dimiliki herman sahabatku itu. Mendengar itu, aku langsung pamit dan segera bergegas menuju RS. Dr. Soetomo Surabaya. Karena kecelakaannya kemarin dan mendengar sendiri dia sempat menelponku, aku merasa kondisi Herman pasti baik-baik saja, mungkin dia hanya membutuhkan aku untuk menemaninya saja, atau bahkan untuk membantu sedikit biaya pengobatannya. “ahhh…Herman, teman yang baik dan sangat setia kawan sudah lama hilang, kini muncul lagi”, pikirku sambil mengarahkan motor tuaku menuju raya pucang. Sampai di raya darmawangsa, aku sempatkan membeli beberapa buah segar dan juga sate ayam kesukaannya.

 

Sampai di Dr. Soetomo, aku langsung menuju bangsal rawat inap. Dengan teliti aku membaca daftar nama pasien yang ada disitu, namun satupun tidak ada yang menunjukkan nama sahabatku Herman. Aku sempat bingung, dan memikirkan dimana sesungguhnya sahabatku Herman dirawat, jangan-jangan bukan di Dr. Soetomo ? tiba-tiba Hpku kembali bergetar “…lho kamu her, ini aku lagi bingung nyari kamu nih ? kamu dirawat dimana sih? Tanyaku kepada herman…”aku dirawat disini, temui aku ya…” belum sempat kujawab, telpon kembali putus.

 

Aku kemudian bergegas menemui suster yang jaga di ruang rawat ini, kutanyakan apa sahabatku Herman dirawat disitu. Namun nama Herman tidak terdaftar disitu. Aku bingung. “ahhh mungkin herman sedang kesakitan sehingga salah memberi informasi tempat dirawatnya” pikirku sambil melangkah ke luar menuju tempat parkir. Namun belum sempat aku melangkah lebih jauh, kembali Herman menelponku, nadanya sudah agak tinggi “..er kamu mau kemana, aku benar dirawat disini, di bangsal paling belakang, cepat ya temui aku” katanya sambil menutup pembicaraannya.

 

Aku kembali masuk ke ruang inap itu, langkahku lebih pasti. Segera kutuju ruang perawatan yang ada di bangsal paling belakang. Namun, kembali nama sahabatku herman tidak terdaftar disitu. Aku makin penasaran, dan segera menemui suster jaga yang ada disitu, “…maaf, mbak saya mencari teman saya Herman…ya Suherman, korban kecelakaan lalulintas di daerah panjangjiwo kemarin, apa dia dirawat disini, kalau iya di kamar berapa ya?” perawat itu lalu membuka komputernya, mencari pasien yang bernama Suherman “ ..maaf mas, tidak ada pasien korban kecelakaan atas nama bapak Suherman” katanya ramah. Aku cuma diam, dan bingung. Namun tiba-tiba seperti ada kekuatan yang menuntunku untuk terus melangkah keluar, menuju lorong yang ada dibelakang. Pelan kususuri lorong-lorong gelap yang hanya diterangi lampu hemat energi itu.

 

Mendekati pos satpam, aku seperti melihat sahabatku Herman melintas dan masuk ke sebuah ruangan. Aku sempat berhenti sejenak, dan ingin meneriakkan namanya. Namun suaraku seperti tertahan ditenggorokan. Aku kemudian bergegas mengikuti langkahnya tadi. Herman sepertinya masuk diruangan itu, sampai disitu aku baru sadar, bahwa langkahku terhenti di ruangan instalasi rawat jenazah. Melihat langkahku yang tertegun, satpam yang sedang berjaga menegurku “…cari siapa pak?” “saya sedang mencari teman saya, yang kemarin mendapat kecelakaan di daerah Panjang jiwo, katanya di rawat disini “ kataku dengan terbata-bata. Satpam itu berdiri, kemudian mengajakku masuk ke ruangan instalasi perawatan jenasah. “…mungkin teman sampeyan ada didalam mas” katanya. Aku kemudian masuk keruangan itu, bau kreolin sangat menyengat. Aku kaget, karena didalam hanya ada tiga sosok yang terbaring diam dengan ditutupi kain putih yang sudah kotor oleh nada darah yang kering. “ah…ini khan kamar jenazah, ndak mungkin lah sahabatku Herman sudah meninggal” pikirku. Aku kemudian berkata kepada pak satpam itu “jangan guyonlah pak, teman saya tadi masih hidup kok wong sempat menelpon saya, dan meminta saya kemari bukan dikamar jenazah ini” kataku. Pak satpam tadi hanya tersenyum dan berkata “…mungkin saja, banyak yang tidak mungkin bisa terjadi didunia ini, bisa saja teman sampeyan itu salah satu dari tiga korban kecelakaan yang dibawa kemari itu” katanya sambil menunjuk tiga sosok jenazah. “wah…sampeyan ini ndak bener” kataku dengan nada yang mulai gelisah, “coba saja dilihat dulu mas” kata pak satpam dengan ramah. Mungkin dia sudah kenyang dengan hal-hal mistis seperti yang kualami pada malam itu.

 

Meskipun agak grogi karena baru kali ini aku memasuki kamar mayat, apalagi langsung  berhadapan dengan tiga sosok jenazah yang mulai menebarkan bau busuk dan juga mulai bengkak itu. Namun karena di ruangan itu banyak orang rasa grogiku agak berkurang. Entah kenapa,  ada dorongan yang sangat kuat pada diriku untuk melihat jenazah yang ada di pojokan, pelan kubuka kain putih itu. Aku kaget, karena wajah itu adalah wajah sahabatku, Herman. Aku langsung menjerit dan menagis tersedu-sedu “ohhh Herman sahabatku, nasibmu kok seperti ini” kataku sambil mengelus wajah bekunya itu. Tidak banyak luka di kepalanya, hanya nampak retakan besar di atas telinganya. Wajahnya terlihat bersih, dan bibirnya membentuk senyum. Air mataku berlinangan menyaksikan jasad beku itu. Jasad Herman sahabatku.

 

Ternyata, sore itu Herman langsung tewas ditempat, dan jenazahnya langsung dibawa ke kamar mayat dr. Soetomo. Pihak rumah sakit dan unit laka lantas polrestabes Surabaya kesulitan menginditifikasikan dirinya, karena seluruh identitas yang ada di dompetnya hilang diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab yang pura-pura menolong saat terjadi kecelakaan itu. Yang membuat aku tambah syok,  arwah Herman masih sempat menghubungiku untuk mengabarkan dirinya yang  mendapat musibah dan sudah dipanggil menghadap Allah SWT, lewat telpon malam itu. Berkali-kali aku memanjatkan doa kehadirat Allah SWT agar almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya. Malam itu juga segera kuhubungi keluarga besarnya yang ada di Nganjuk mengabarkan kematian Herman dan meminta untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya, semua kaget mendengar kabar itu. Akupun segera mengurus administrasi, termasuk menyewa ambulan untuk segera membawa jenazah sahabatku itu ketengah keluarga besarnya untuk segera dimakamkan, “Selamat jalan her….mudah-mudahan apa yang sudah saya lakukan ini bisa membantumu dan bisa membuatmu tenang menghadap Allah SWT” kataku dalam perjalanan bersama jasadnya  menuju Nganjuk desa kelahirannya.

 

22 Comments to "telpon dari sahabat…"

  1. Nimas's Gravatar Nimas
    7 Februari 2013 - 10.07 | Permalink

    Turut berduka cita mas erry.
    Semoga almarhum di ampuni segala dosa”nya dan mendapat tempat yg mulia disisinya..amin

  2. ivee's Gravatar ivee
    7 Februari 2013 - 10.42 | Permalink

    cerita kang erry enak dibaca, aku suka…
    semoga sekarang Herman bisa tenang disana dan mendapat tempat yang terbaik… aamiin
    btw kang erry kalau bisa kesini ya kang, siapa tahu bisa jawab.. hehe
    http://mistik.reunion.web.id/3201/nanya-hakikat-meninggal-karena-ditumbalkan.htm

  3. Darkblood_nuzlal's Gravatar Darkblood_nuzlal
    7 Februari 2013 - 10.52 | Permalink

    Wah kesana ah, mumpung rumahku dekat sana, rumahku dijalan karang menjangan

  4. kamal adi's Gravatar kamal adi
    7 Februari 2013 - 11.06 | Permalink

    mantap ceritanya gan, semoga sahabatnya tenang dialam sana

  5. Fena Thecur's Gravatar Fena Thecur
    7 Februari 2013 - 12.10 | Permalink

    terharu aku bacanya, dulu sahabat ku ada yang meninggal juga, dan yang pasti aku sedih nya minta ampun, untuk cerita nya mantapp kak keep posting kak

  6. Desy's Gravatar Desy
    7 Februari 2013 - 13.08 | Permalink

    Terharu aku.. SEmoga Arwah beliau diterima disisinya. Amin yaa RobbalAlamin

  7. aunk11's Gravatar aunk11
    7 Februari 2013 - 13.42 | Permalink

    Semoga Almarhum tenang di alam sana dan diterima di sisi-Nya,,,untuk yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan..amiin

  8. haryz's Gravatar haryz
    7 Februari 2013 - 14.05 | Permalink

    serem plus terharu
    semoga temannya diterima amal dan ibadahnya
    amin . . . .
    Ceritanya keren . . . .

  9. ita's Gravatar ita
    7 Februari 2013 - 14.40 | Permalink

    sediiiih. . . . .

  10. cayawz's Gravatar cayawz
    7 Februari 2013 - 14.49 | Permalink

    semoga amal ibadah sahabatnya mas erry diterima disisi Allah SWT.
    Terharu bacanya, mas erry seperti biasa ceritanya selalu gooooooooooooooooood

  11. 7 Februari 2013 - 14.53 | Permalink

    innalilahi wainnalilahirojiun……………….bukanya serem malah nangis sedih bacanya…………..hiiiiiiiiiiiks………………..semoga herman mendapatkana tempat yg layak & di ampuni segala dosa”nya serta diterima oleh Allaha Swt sesuai amal perbuatanya amin…………….

  12. reddevilzmania's Gravatar reddevilzmania
    7 Februari 2013 - 19.28 | Permalink

    Cerita yg sangat bagus..
    Subhanallah.. Maha Besar Allah dengan semua keagungan Nya..

  13. Cut's Gravatar Cut
    14 Februari 2013 - 14.44 | Permalink

    mas, yg mau aq tanya.. No hp yg almrh pake, operatornya apa? O bs ya jin memakai tlpon…

  14. chr1zt88's Gravatar chr1zt88
    28 Februari 2013 - 12.44 | Permalink

    baguuuuuusss…

  15. sooyoung_GG's Gravatar sooyoung_GG
    23 April 2013 - 16.08 | Permalink

    turut berduka cita….. bagoezzzzzzz ceritannya!!

  16. asil's Gravatar asil
    29 Mei 2013 - 16.25 | Permalink

    Sedih hiks
    Bacanya sampe mata bermutiara hiks

  17. 3 Agustus 2013 - 23.31 | Permalink

    MT3Bau Wow, great article post.Really looking forward to read more. Keep writing.

  18. 4 Agustus 2013 - 23.04 | Permalink

    Thank you for your blog post.Much thanks again. Really Cool.

  19. 13 Mei 2014 - 19.49 | Permalink

    Now I am ready to do my breakfast, once having my breakfast coming over again
    to read additional news.

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)