Cerita Pendek Di Kalimantan Selatan

MENOLONG KUYANG

Pulang dari menonton pertunjukan tradisional mamanda di Desa Mandapai, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS, tanpa ragu Ramadhani Fadeli, melangkah melintasi jalan menyisir sungai kecil, Madan – begitu ia biasa disapa – sudah berkali-kali lewat jalan tersebut.
Sebentar lagi setelah menikung ke kiri ada pohon besar. Di bawah pohon itu banyak terdapat kuburan tua. Tapi sungguh, warga Mawangi itu tidak merasa takut.
Langkahnya terus diayun, sesekali kaki Madan terinjak lubang berlumpur, sesekali pula ia dikejutkan oleh kelepak kelelawar yang terbang melintas diatas kepala. Dari jauh terdengar suara ber uhu-uhu berat dan monoton. ” Mungkin suara burung malam jenis burung hantu,” pikir Madan.
Silir angin lembab menimpa rimbun daun bambu yang banyak tumbuh di sepanjang sisi sungai membuat suara berderai-derai. Madan bersiul-siul mencoba meredam sepi dan rasa kesendirian. Ayun langkahnya sedikit dipercepat untuk segera sampai di rumah. Dari Desa Mandapai tempat kegiatan mamanda dengan rumahnya di Desa Mawangi berjarak sekitar 3 kilometer.
Tiba-tiba saja langkah kaki Madan seperti dicegat, dan mulutnya berhenti bersiul, manakala terlihat ada seberkas nyala terbang melintas menyeberangi sungai. Nyala kuning cukup terang itu melintas diketinggian, kemudian menghilang karena terhalang rumpun bambu yang rimbun.
Makhluk apakah gerangan ? Atau benda angkasa seperti UFO atau piring terbang. Madan tertegun sejenak. Tapi, matanya sudah terlalu berat untuk menyelidiki makhluk apa atau benda aneh itu. Lalu ia kembali mengayun langkah dengan segera sampai di rumah. Matanya sudah tak mau diajak kompromi, mengantuk.
Ketika Madan sedikit menikung dekat serumpun bambu yang ranting dan daunnya lebat cukup rimbun condong ke jalan, ia dikejutkan oleh suara teguran seseorang. Jelas sekali suara itu suara seorang perempuan.
” Uiii, bang jalan sendirian aja?. Tolong dong, aku lagi ada masalah nih.” tiba-tiba saja terdengar suara teguran bernada menghiba.
Madan berhenti melangkah. Jelas sekali di ruang pendengaran Madan ada suara perempuan dalam bahasa Banjar, yang maksudnya minta bantuan karena dalam kesulitan.
Serta-merta didada Madan ada rasa kasihan kepada seseorang begitu mendengar suara itu. Madan berputar-putar kebingungan mencari sumber suara.
” Aku di atas batang bambu. Tolong turunkan aku. Kasihani aku. Nanti kamu akan saya upah !” terdengar suara memelas dari arah rimbun rumpun bambu. Aneh ! Tiba-tiba ada perasaan Madan iba untuk melakukan sesuatu.
Madan menengadah ke puncak batang bambu sebesar pergelangan yang condong ke jalan. Diketinggian kurang lebih sepuluh meter Madan dapat melihat ada sebentuk kepala tanpa badan. Namun pada bagian bawah kepala tampak ada sesuatu terburai menjulur. Bagian yang terjulur itulah tampaknya yang tersangkut di ranting bambu. Tanpa ada rasa ragu sedikitpun Madan lebih mendekat mencermati makhluk yang tergantung berayun-ayun itu.
Sungguh aneh, dengan ringan langkah Madan terus mendekat dan berpegang pada batang bambu itu. Lalu dengan sekuat tenaga ia tarik batang bambu itu hingga lentur dan merendah, dan ujung bambu kian mendekat hingga menyentuh tanah. Perlahan kedua tangan Madan bekerja menahan kuat batang bambu sambil terus mendekat ke ujung. Maka sangat jelas dipenglihatan bentuk dan rupa makhluk itu.
” Seumur-umur baru kali ini aku melihat makhluk se aneh begini. Makhluk itu hanya berupa kepala seorang manusia perempuan dengan rambut tergerai, tanpa badan, ” ujar Madan.
Menurut Madan, makhluk itu isi perutnya terburai menjulur berjuntai-juntai. Melihat wajahnya ia tampak masih muda, berkulit putih bersih dan cantik.
Hanya saja ukuran daun telinganya lebar melebihi telapak tangan semakin mendekat, semakin terasa oleh penciuman Madan bau anyir darah.
” Teruslah bang. Betulkan bagian tubuhku yang tersangkut membelit ranting bambu ini. Setelah itu, turunkan aku,” ujar kepala itu berujar memelas. Mata makhluk aneh itu tampak berkedap-kedip minta dikasihani.
Bau anyir darah terasa semakin menyengat penciuman. Anehnya madan sedikitpun tak merasa jijik atau takut. Yang ada hanyalah perasaan iba, dan niat tulus untuk menolong membebaskan makhluk itu dari kesulitan.
Madan terus berusaha mendekat dan akhirnya berhasil menggapai makhluk itu. Tanpa merasa jijik, perlahan jari-jemari Madan melepaskan isi perut yang tersangkut di ranting bambu. Dengan susah payah akhirnya benda lembek, basah, dan bau anyir itu berhasil dilepaskan Madan. Makhluk yang hanya terdiri atas kepala dan seisi perut itu terbebas dari kesulitan perangkap ranting-ranting bambu. Batang bambu dilepas Madan dan kembali mencuat ke ketinggian. Sedang makhluk aneh itu dibiarkan Madan tergeletak di rerumputan.
Setelah itu Madan kembali berjalan menuju pulang menuju rumah nya, dan sesampainya di rumah madan langsung menuju kamarnya dan bersiap” untuk tidur. Namun sebelum tidur Madan menyempatkan untuk menghisap sebilah rokok yg dia ambil dari saku celana nya.
namun aneh, di dalam saku celana dia menemukan lima lembar uang seratus ribuan.

HANTU RUMAH TUA

Ini pengalaman Adit tatkala masih berada di Tanah Grogot, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, tahun 2001 silam.
Adit ikut keluarga yang berada disana. Di dekat tempatnya tinggal itu ada sebuah rumah tua peninggalan zaman Belanda. Tak dihuni orang lagi.
Pada malam tertentu sering terjadi perisitiwa aneh. Karena memang tempatnya berdekatan sekali dengan rumah tua itu. Sedang rumah warga yang lain agak berjauhan. Tentu saja seringkali hal-hal ini dapat diketahui.
Seperti malam itu, Adit melihat tiga sosok bayangan laki-laki sedang berada di rumah tua itu. Sepertinya mereka sedang bertengkar. Sampai tengah malam suaranya masih saja terdengar. Adit lantas keluar untuk menuju rumah tua itu. Kebetulan saat itu dirumah Adit sedang sendirian. Dimana anggota keluarga yang lain sedang pergi mengadiri pesta perkawinan di Long Ikis.
Adit mengambil sebuah sinter lantas disorotkan ke arah suara. Adit kaget tatkala sosok bayang ketiga laki-laki tersebut menghilang. Tak lagi terdengar suaranya. Padahal dari dalam rumah sangat jelas terdengar. Adit kembali ke rumah. Berbaring tidur. Dinihari Adit terbangun. Suara itu muncul kembali ke luar rumah.
Alangkah terkejutnya Adit. Di depan tiga laki-laki berwajah seram menghadang langkahnya. Tubuh mereka tampak kaku. Matanya seperti mau copot. Dan yang tak tahan bau amis darah menyebar menusuk hidung Adit. Dia balik haluan mau kabur. Tapi salah satu tangan mereka meraih pundak Adit. Adit pasrah. Saat kalut seperti itu untunglah bertepatan dengan suara adzan Subuh tiba. Adit melihat makhluk itu menghilang. Aneh. Hatinya galau diliputi ketakutan. Ternyata makhluk itulah yang selama ini digembar-gemborkan penghuni rumah tua itu.

MISTERI 3 JEMBATAN DI KANDANGAN

Semua warga HSS tentu sudah tidak asing lagi dengan tiga buah jembatan yakni : Jembatan Antaluddin, Jembatan 3 Desember, dan Jembatan Loklua.
Ketiga jembatan yang ada di kota Kandangan tersebut melintasi sungai terbesar di HSS yakni sungai Amandit. Namun ketiga jembatan tersebut menyimpan misteri tersendiri.
Jembatan Antaluddin tempat perlintasan jalan provinsi dekat dengan RSUD Brigjend H Hassan Basery dan Lapangan Lambung Mangkurat.
Pernah suatu malam diatas jembatan ada wanita yang melayang dan terdapat banyak ceceran darah. Ini seperti yang dialami oleh Raji, warga Gambah. Saat itu ia jalan kaki dari Pasar Kandangan menuju RSUD karena ada keluarga yang dirawat disana. Ia mencari obat di Pasar Kandangan. Raji menduga wanita itu hantu penunggu jembatan tersebut. Lampu penerang di sekitar jembatan pecah oleh pemabuk yang sering menjadikannya sebagai tempat mangkal. Pecahannya berhamburan dimana-mana. Terlindas oleh kendaraan yang lalu-lalang.
Sementara di Jembatan 3 Desember saat subuh pernah kuyang mengitari area jembatan tersebut. Ini disaksikan sendiri oeh Idur warga Desa Amawang. Pedagang sayuran ini setiap subuh melintasi jembatan tersebut. Karena sehari-hari ia berjualan sayur di Pasar Kandangan. Menurut Idur, selain kuyang juga pernah melihat makhluk halus jenis lain berada disana. Menaiki tiang pancang jembatan. Tubuhnya kecil mirip monyet namun bercahaya.
Sementara Jembatan Loklua juga pernah menghebohkan warga Kandangan. Dari arah Pasar Kandangan menuju Jembatan Loklua pernah terlihat pocong yang bergerak menuju pohon kariwaya yang ada di sampingnya.
Menurut Ijap, hal-hal aneh di sekitar Jembatan Loklua juga pernah dialaminya. Seringkali dibawah jembatanterlihat binatang aneh seperti ular besar melintas. Warga menduga itu mrupakan naga penghuni sungai Amandit.Juga warga pernah tenggelam di area Jembatan Loklua. Ada yang melihat kain kuning berkibaran saat malam hari. Bendera itu membentang dibawah jembatan sekiatr 30 meter. Namu besok paginya tidak ada lagi. Aneh.
Hal ini menumbuhkembangkan sikap kehati-hatian kita bila berada dimanapun juga. Termasuk di 3 jembatan yang ada di kota Kandangan tersebut.

EMPAT JAM DI ATAS POHON KUPANG

Di Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdapat sebuah pohon berukuran raksasa dan usianya mencapai 80 tahunan. Namanya pohon kupang. Letaknya sekitar 50 meter dari pemukiman warga.
Ketinggian pohon mencapai 50 meter dengan diameter 10 cm dengan cabang pohon yang banyak dan daunnya cukup rimbun. Disana tempat bersarang berbagai jenis binatang. Seperti lebah, burung elang, monyet, dsb.
Pohon itu terkenal angker dan tempat berdiam orang halus. Tak ada warga yang berani mengusik keberadaan pohon kupang. Apalagi sampai menebangnya. Karena itulah pohon tersebut masih tetap kokoh bertahan hingga kini.
Pohon itu pernah menghebohkan warga desa. Riang (30) warganya tiba-tiba saja sudah berada diatas pohon kupang. Warga pun geger. Mereka berusaha untuk menurunkan Riang dari atas pohon.
Padahal Riang dikenal tak bisa naik pepohonan apapun. Kesehariannya ia sebagai tukang salon dan perias pengantin. Menurut Riang ia hari itu dalam suasana tidak karuan. Lantas keluar rumah. Lalu berjalan-jalan ke persawahan untuk melihat pemandangan alam mengusir kejemuan.
Saat itu tengah hari dan gerimis. Sebagian warga sudah pulang dari sawah. Riang melintas didekat pohon kupang. Seakan ada daya tarik. Ia mendatangi pohon kupang dengan langkah cukup ringan.
Riang tiba-tiba saja sudah berada di atas pohon kupang. Ada sesosok makhluk bermata satu dengan warna merah saga. Suasana kian mencekam. Riang berada pada ketinggian puncak pohon kupang. Warga yang datang mencoba menurunkan Riang. Akan tetapi belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya Riang bisa turun sendirinya setelah 4 jam berada diatas pohon kupang.

GARA-GARA MEMBOHONGI HANTU

Peristiwa ini dialami oleh Mastur, seorang PPL di Nagara. Waktu itu, dalam perjalanan menuju ke Banjarbaru. Mastur akan mengikuti pelatihan. Ia berangkat pada pukul 04.00 Wita. Karena diharuskan tiba di tempat acara pada pukul 08.00.
Dalam perjalanan Mastur mengendarai mobil sendiri. Diperjalanan tepatnya di Karang Rati, masih wilayah HSS, dia melihat ada sebuah pasar dengan banyak kegiatan seperti kegiatan jual beli. Banyak orang menjemur ikan. Dilihatnya cahaya lampu di pasar itu agak berbeda. Warnanya merah darah.
Ada seorang wanita tua berebdak basah dengan lipstick tebal dan memakai baju kebaya. Orangtua itu ingin ikut ke Banjarbaru. Tapi Mastur mengatakan hanya akan pergi ke Kandangan saja. Orangtua itupun berkata “ Baiklah. Kalau begitu saya ikut sampai ke Gambah saja. Disini tidak ada ojek yang sampai Gambah tapi sampai Taniran, “ ujar wanita itu.
Sampai di Gambah sekitar pukul 05.00 Wita wanita itu turun. Sementara dalam perjalanan dari Gambah sampai ke Banjarbaru di dalam mobil tercium bau yang tidak sedap. Seperti bau bangkai.
Untuk mengusir bau pintu mobil sudah dibuka. Tetapi bau itu tak kunjung hilang. Pukul 08.00 Mastur sampai di Banjarbaru. Bau itupun berangsur hilang.
Rupanya, wanita tua tadi ikut samapi ke Banjarbaru. Namun berubah dalam bentuk bau busuk aneh. Wanita gaib itu marah telah dibohongi. Dikatakan Mastur Cuma sampai ke Gambah saja padahal ke Banjarbaru. Mastur baru menyadari hal itu usai mengikuti pelatihan pertanian di Banjarbaru.
Perlu diketahui Karang Rati tidak ada pasar. Apalagi pada pukul 04.00 dinihari. Tentu itu hanya gambaran gaib yang dialami Mastur. Diduga pasar itu adalah pasarnya orang gaib. Karang Rati dikenal sebagai kawasan angker.

21 Comments to "Cerita Pendek Di Kalimantan Selatan"

  1. edogawa's Gravatar edogawa
    12 Februari 2013 - 11.43 | Permalink

    Nice..,

  2. cayawz's Gravatar cayawz
    12 Februari 2013 - 12.17 | Permalink

    mantap

  3. n4rut0's Gravatar n4rut0
    12 Februari 2013 - 12.58 | Permalink

    nah tatamu urang pahuluan kah,,,,
    dimapa habar,,,

  4. ita's Gravatar ita
    12 Februari 2013 - 13.13 | Permalink

    ceritanya seruuu. . . . . .

  5. 12 Februari 2013 - 14.45 | Permalink

    ceritany pendek2 tp banyak tur komplit

  6. aang's Gravatar aang
    12 Februari 2013 - 15.00 | Permalink

    n4rut0,p urang banjar jua kah?banyak kalinxa urang bnjar nang ktuju kisah mistik lah.hehehe

    • n4rut0's Gravatar n4rut0
      12 Februari 2013 - 15.30 | Permalink

      hiih,,,aku ni separu HSS separu Banjar

    • 28 Juli 2013 - 05.53 | Permalink

      Lun gen banjar jua… Cuma kalteng palangkaraya hehehe
      Slm kenal ka’ lah….. :)

  7. adiisdiisdiisdiissangmalaikatchientha alias adristy novatian sabikah:)'s Gravatar adiisdiisdiisdiissangmalaikatchientha alias adristy novatian sabikah:)
    12 Februari 2013 - 15.01 | Permalink

    .w.o.w. ceritax. bgUz !!!!! ngEp0zt;) Lg!e.. ych ~

    • ridho's Gravatar ridho
      12 Februari 2013 - 16.44 | Permalink

      wowowow.. namamu merontokkan rambut palsu pak tarno.. -_-..
      udah tasyakuran belum?? ditunggu tasyakurannya..

  8. yuuji's Gravatar yuuji
    12 Februari 2013 - 19.56 | Permalink

    N4ruto dan aang salam parsahabatan dari ulun.

  9. Cut's Gravatar Cut
    12 Februari 2013 - 22.09 | Permalink

    harap disertakan link sumber kalo seandainya cerita nya copas ya brada..

    Tolong ya buat siapapun kl posting copas… Agar tdk ada yg mencari celah untuk menghina kita disini…

  10. kamal adi's Gravatar kamal adi
    13 Februari 2013 - 09.03 | Permalink

    yg menolong kuyang itu serem jg ceritanya

  11. mell's Gravatar mell
    13 Februari 2013 - 19.18 | Permalink

    Emm… Kayanya “Menolong Kuyang” pernah aku baca deh dibuku. Tapi, perannya itu anak kecil dari kota yang berkunjung ke desa kakek neneknya. Tau ah..

  12. 14 Februari 2013 - 20.05 | Permalink

    Wah orang banjar, berarti tw legenda hantu selema dong?

  13. aang's Gravatar aang
    14 Februari 2013 - 21.12 | Permalink

    hantu selema?ga pernah dengar tuh.

  14. sigitstrife's Gravatar sigitstrife
    25 April 2013 - 14.14 | Permalink

    walah,berani menolong kuyang?tapi,kalau kuyangnya cantik sih ndak masalah

  15. 29 Juni 2013 - 09.27 | Permalink

    arajakdhani nai ta bhayo ni hamro rajdhani…yeslai malik haulrai jimma lagauchan kun din hamra aguwa harule sabai kura thik parna…kyarni sano dulo lai bhwang nai parunjel pani silaune ta chiyocharcho nai chaina…rajhdhani ko durgati!

  16. 2 Juli 2013 - 10.17 | Permalink

    That’s a smart answer to a diiufcflt question.

  17. 2 Juli 2013 - 21.27 | Permalink

    If you want to get read, this is how you shuold write. http://ayvvlafld.com [url=http://tfmbztdhi.com]tfmbztdhi[/url] [link=http://eyglujd.com]eyglujd[/link]

  18. 3 Juli 2013 - 13.21 | Permalink

    well, but the majority of all are in some way based on these “umbrella’ syelts.a0 Of note are Laughter Yoga (see article here), Christian Yoga, and Jewish Yoga.a0 I sincerely hope this information will lead you in a positive

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)


*