Apa yang Harus Kulakukan?

Asslamualaikum Wr.Wb

Entah kenapa aku menceritakan kisahku ini, mungkin karena aku sedang down. Kuharap kehadiran dan saran dari akang teteh bisa membuat semangatku naik kembali. Sebelumnya aku ingin minta maaf jika banyak tulisanku yang mengungkapkan perasaanku. Baiklah akang teteh dengarlah kisahku ini…

Ooo

Aku sering bertanya-tanya, apakah dosaku terlampau banyak hingga Allah terus memberikanku ujian demi ujian. Apakah aku orang yang sangat buruk, hingga banyak orang yang terus mengirimkanku dan keluargaku hal-hal jahat? Aku merasa aku tak pernah menyakiti hati orang lain. Atau apakah aku tak sengaja menyakiti hati seseorang tanpa kusadari? Atau apa benar hanya karena iri hati dan dengki mereka melakukannya?

Seperti yang pernah aku ceritakan di penyakit ini. Semenjak itu aku mengakhiri hampir semua organisasi yang aku ikuti, hanya satu organisasi yang terus aku lakoni, yaitu organisasi yang melingkupi dakwah fakultas. Karena di organisasi ini aku merasa bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah, karena disini kita terus saling mengingatkan. Setiap minggu pun selalu diadakan liqo untuk terus meningkatkan keimanan kita pada Allah.

Aku yang telah mendapat penyakit itu pun, terus mengamalkan dzikiran-dzikiran yang diberikan oleh Pak Kyai agar terus dalam lindungan-Nya. Namun aku sadar aku belum bisa istiqomah, imanku masih naik dan turun. Terkadang aku meninggalkan dzikiran yang diamalkan, hanya karena lelah atau banyaknya tugas menumpuk yang belum kukerjakan. Apalagi dzikiran yang diberikan oleh Pak Kyai sangat banyak, hingga makin malaslah aku mengerjakannya. Apalagi jika aku sedang berada di kampus, atau sedang terburu-buru, karena membaca dzikiran itu paling sebentar membutuhkan waktu satu jam. Aku terkadang sering meninggalkannya, atau hanya membacanya seadanya. Aku benar-benar tidak bisa belajar dari pengalaman.

Beberapa bulan kemudian dari kejadian itu, tiba-tiba ada seperti cacing di kulitku pada bagian paha (maaf tak bermaksud porno), warnanya merah dan panjang. Aku tidak tahu apa itu. Saat itu aku tidak menyangka apa-apa. Namun makin lama jumlahnya makin bertambah banyak. Hal itu pun diiringi dengan gatal-gatal dan panas, namun tidak selalu terasa seperti itu. Kadang-kadang di pahaku seperti ada yang menggerayang, ada yang bergerak-gerak, kadang-kadang rasanya panas, gatal, dan kadang-kadang nyeri. Dan yang lebih aneh lagi selalu berpasangan. Pertama ada hanya sedikit di bagian paha kiri dan kanan, lama-kelamaan makin bertambah, dan setiap bertambah di paha kiri pasti paha kanan pun bertambah. Dan sekarang sudah mencapai dekat deerah lutut, dan selalu di kiri dan kanan.

Keluargaku pun segera membawa aku ke dokter. Setiap dokter yang aku kunjungi selalu berkata bahwa itu adalah penyakit kulit dan diberikanlah salep dan obat yang harus kuminum. Namun tak ada yang mempan satu pun, bukannya sembuh makin lama makin banyak. Emosi ku pun sering melonjak-lonjak semenjak itu. Aku sering marah-marah, menangis tak jelas dan aku lebih malas daripada biasanya. Bukannya malah tambah rajin beribadah, aku malah bertambah malas, bahkan pernah meninggalkan shalat… astaghfirullah.

Kadang-kadang rasanya sakit perih, kadang-kadang panas, kadang-kadang gatal, kadang-kadang seperti ada yang bergerak di kulitku. Melihat pahaku yang penuh merah-merah panjang-panjang seperti cacing membuatku selalu menangis. Ya Allah apa penyakitku ini?

Akhirnya keluargaku coba membawaku ke Pak KH Rasyid. Seperti biasa Pak Kyai menyuruhku berdzikir dan memberikanku dzikiran. Lalu beliau memberikanku sebotol air zam-zam untuk kuminum, dan minyak yang harus kuoleskan di pahaku. Beliau hanya berkata, “mudah-mudahan dapat mengurangi neng.”

Aku benar-benar tidak tahu apa maksud perkataan beliau. Setiap hari aku berdzikir dan kuolesi minyak ke pahaku, namun penyakit ini tak kunjung sembuh. Memang yang tadinya berwarna merah, setelah sering kuolesi warnanya menjadi pucat kehitaman, namun tidak hilang. Aku terus menangis melihat keadaanku ini. Berkali-kali kami ke rumah beliau, namun tak kunjung sembuh.

Melihat keadaan itu, ummi pun mencari orang lain yang kira-kira bisa mengobatiku. Banyak orang pintar yang kami datangi, namun hasilnya sama. Penyakitu tak kunjung sembuh, malah bertambah banyak. Rasa gatal, panas, nyeri sering kurasakan. Dan kadang-kadang seperti ada yang menggerayangiku.

Orang terakhir yang kami kunjungi berkata bahwa ini adalah sisik ular yang hidup. Akhirnya dikeroklah kulit yang ada penyakitnya itu, lalu ketika ditembrag ke meja, ada yang hidup berloncatan dari hasil kerokan itu, bentuknya kecil-kecil hitam, entahlah makhluk apa itu. Namun walaupun begitu penyakit ini tidak sembuh.

Aku pun yang sudah lelah, ditambah dengan emosiku yang tak bisa diperkirakan, terus mengumpat-umpat dan hanya terus menangis. Aku merasa Allah tidak menyayangiku, hingga kutinggalkan ibadah sama sekali. Dzikiran Pak Kyai tak pernah kuamalkan lagi, shalat pun tak kukerjakan.. Astaghfirullah.

Kuliah pun tak seperti dulu, entah kenapa aku sangat malas. Belajar pun tidak, tugas pun kukerjakan seadanya tak sungguh-sungguh seperti dulu. Organisasi kutinggalkan. Setiap amanah-amanah kulalaikan. Ibadah tak kukerjakan, mandi pun aku malas, bahkan aku jarang makan, hingga aku sering sakit dan berat badanku pun menurun tajam. Kerjaanku hanya melamun dan menangis.

Aku selalu berpikir orang tuaku telah habis banyak untuk biaya berobatku, namun apa, tak ada kesembuhan yang kunjung datang. Pernah aku berkata pada orang tuaku, ”kenapa aku tak meninggal saja?”. Ya itulah yang sering kuminta pada Allah kala itu, “Ya Allah kenapa tak Kau cabut saja nyawaku?” Aku merasa hidupku hanya beban untuk orang tuaku. Kenapa sejak dulu aku selalu sakit seperti ini? Jika penyakit itu bisa dideteksi oleh medis, bisa dengan mudah dicarikan obatnya. Namun penyakit seperti ini? Tak ada pengobatan apapun yang berhasil menyembuhkanku. Uang orang tuaku habis banyak untuk mengobatiku, ummi pun terus memikirkan kesembuhanku hingga beliau tidak bisa tidur dan jarang makan.

Setelah aku melontarkan kalimat itu, kontan ibuku menangis, beliau berkata, “kalau kami ingin neng meninggal, sejak dulu kami gak akan mengobati neng.” Aku pun dimarahi oleh keluargaku karena mengucapkan kalimat itu dan telah membuat ummi menangis. Aku pun ikut menangis dan tak bisa berbuat apa-apa. Aku mengucapkannya karena aku telah merasa menjadi beban bagi keluargaku. Aku merasa selalu menyusahkan orang tuaku.

Melihat keadaanku keluargaku cemas. Ummi pun berinisiatif membawaku ke orang pintar lagi yang ditunjuk oleh tetanggaku, sebut saja Pak I. Tadinya aku menolak, namun aku dipaksa. Aku pun diseret kesana. Disana beliau mempersilahkan kami duduk. Setelah ummi menceritakan keadaanku beliau pun pergi ke kamar dan baru keluar beberapa saat kemudian.

“Penyakit yang dialami Neng ini penyakit pindahan?”

“Penyakit pindahan?” kontan ummi bertanya.

“Ya, ini dipindahkan oleh saudara keluarga neng sendiri.”

“Siapa?”

“Pernahkah kalian melihat penyakit yang mirip ini?” Bapak itu malah balik bertanya.

Ummi teringat kalau penyakit ini ada di bibiku. Hampir mirip sekali penyakit bibiku itu, pahanya sama seperti ku saat ini. Ummi pun menceritakan perihal itu ke bapak I.

“Nah, penyakit ini memang bukan penyakit dokter, tapi semacam guna-guna. Dan penyakit ini tak bisa disembuhkan. Neng dapat penyakit ini dari bibi neng sendiri yang telah diguna-guna, karena memang jika ingin sembuh harus dipindahkan, bibi neng memindahkan penyakitnya ke neng.”

Aku terhenyak kala itu, apakah bibiku benar-benar begitu. Egois sekali ia, untuk kesembuhan sendiri mengorbankan orang lain.

“kalau neng mau, bapak bisa memindahkan penyakit ini.”

Ummi dan aku terdiam. Entah apa yang dipikirkan ummi. Aku sendiri benar-benar mempertimbangkannya, namun aku sadar kalau aku seperti itu, itu sama saja seperti bibiku. Ingin sekali aku pindahkan penyakit ini, namun kuurungkan niatku. Memindahkan penyakit ke hewan saja dosa, apalagi ke manusia? Aku sudah terlalu banyak dosa, tak ingin kutambah dosaku lagi. Aku pun segera teringat ibadah yang sering kutinggalkan. Aku langsung menangis dan beristighfar. Aku harus bertaubat dan mendekatkan diriku lagi pada-Nya.

Dengan terbata-bata aku berkata, “gak usah, gak apa-apa Pak, gak usah dipindahkan.”

Ummi pun kaget mendengar jawabanku, namun aku melihat tatapan bangganya padaku. Mungkin beliau bangga karena aku tak sampai hati memindahkan penyakit ini pada orang lain?

“Baiklah. Tapi berarti penyakit neng gak bisa disembuhkan. Dan penyakit ini bisa menghalangi jodoh neng.”

Aku pun terkejut mendengar itu. Apakah benar penyakit ini dapat menghambat jodohku? Aku jadi teringat dulu bibi susah sekali mendapatkan jodoh, bahkan sudah dibawa ke orang pintar kemana-mana. Apakah karena penyakit ini? Bibi baru menikah baru-baru ini. Apakah karena penyakitnya sudah hilang? Namun jika aku pindahkan ke orang lain, apakah aku tega melihat orang lain bernasib sama denganku?

Aku tahu aku tak bisa melakukan itu. Lagipula bukankah jodoh itu datangnya dari Allah? Aku harus yakin pada Allah, akan memudahkan semua urusan hambaNya yang sedang kesusahan.

“Iya, gak apa-apa.”

Ummi pun kaget. Aku menebak apa yang dipikirkan beliau. Siapa ibu yang mau anak gadisnya susah mendapatkan pendamping? Tapi ummi tak berkata apa-apa. Dan kami pun pamit. Di perjalanan aku teringat kembali apa yang Pak KH Rasyid katakan kala itu. “mudah-mudahan dapat mengurangi neng.” Mungkin Pak Kyai tahu kalau penyakit ini harus dipindahkan dan aku ingin menanyakan perihal jodoh itu.

Kami pun segera ke rumah Pak Kyai kembali. Beliau pun menuturkan, beliau tidak berkata blak-blak kan agar aku tak putus asa, dan beliau sendiri tak ingin memindahkan penyakit ke makhluk yang bernyawa. Beliau berkata untuk dampak-dampak negatif dari penyakit ini beliau usahakan akan dihilangkan, dan mungkin hanya sisa-sisanya yang bisa kurasakan. Beliau memberikan kembali sebotol air zam-zam dan minyak serta dzikiran-dzikiran untuk kuamalkan agar setiap sisa efek negatif pada penyakit ini tidak terasa lagi padaku. Untuk kesembuhan dan urusan jodoh biarlah diserahkan pada Allah.

Aku pun berusaha untuk mendekatkan diri lagi pada-Nya, dan mengamalkan dzikiran-dzikiran yang diberikan Pak Kyai, walau terkadang aku hanya baca seadanya. Karena aku memang belum bisa istiqomah, malah ummi yang selalu istiqomah membaca dzikiran dari Pak Kyai.

Saat aku masuk kuliah kembali, kuceritakan hal ini pada dosen yang memang seorang dokter. Dengan blak-blakan beliau berkata bahwa ia tak percaya hal-hal mistik seperti itu dan mengatakan kalau penyakitku hanya penyakit kulit biasa, dan menyarankan memakai salep. Aku sempat sakit hati namun aku tahu memang untuk orang ilmiah seperti beliau sangat sulit untuk percaya hal-hal di luar nalar seperti ini. Sedangkan teman-temanku hanya berkata, “yang sabar ja ya, Allah tidak akan menguji melebihi kemampuan hambaNya.”

Ya, memang benar dan aku setuju. Tapi sabar itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sampai sekarang pun penyakit ini masih ada dalam diriku. Dan terkadang aku masih merasakan gatal atau panas, namun tak separah dulu. Terkadang aku menyesal kenapa tak kupindahkan saja penyakit ini, namun aku segera beristighfar. Aku harus pasrah dan tawakkal padaNya, dan mungkin ini adalah takdirku. Aku masih berdoa semoga keajaiban akhirnya datang, dan penyakit ini bisa disembuhkan tanpa harus kupindahkan ke orang lain. Karena ku tahu kesembuhan hanya milik Allah. Jika aku tak kunjung sembuh, mungkin aku memang ditakdirkan untuk memiliki penyakit ini.

Ketika bibiku datang berkunjung, pas kami melihat pahanya, pahanya putih bersih. Padahal dulu pahanya seperti diriku, banyak panjang-panjang merah kehitam-hitaman mirip strie. Namun sekarang bersih tak ada noda sama sekali. Sedangkan aku…

Aku sering cemas jika aku punya suami, aku takut ia tak bisa menerima keadaanku dengan pahaku yang penuh dengan cacat merah kehitaman. Bahkan aku cemas bahwa penyakitku ini benar-benar dapat menghambat jodoh. Aku selalu berdoa, semoga Allah memberikan kesembuhan dan melancarkan urusan jodohku, dan kelak suamiku bisa menerimaku apa adanya… Aamiin.

Ooo

Makasih buat akang teteh yang udah nyempetin baca. Maaf kalau tulisannya mirip curhat, karena sekarang aku memang sedang down. Ujian demi ujian terus mengikuti keluargaku. Belum sembuh penyakitku ini, sudah ada lagi yang mengirimkan guna-guna padaku. Dan sekarang penyakit ini kambuh kembali, aku merasakan panas dan gatal. Dan yang lebih sewot, tetangga terus menggunjing karena aku belum menikah bahkan gandengan pun belum. Apakah aku salah jika aku memiliki prinsip untuk tidak berpacaran?

Ingin sekali aku berkata pada mereka, ‘hello aku masih muda dan masih kuliah? Dan aku memang tak mau berpacaran’

Tapi kuurungkan karena kata ummi biarlah mereka menggunjing sepuasnya. Tapi aku tahu ummi juga memikirkan keadaanku. Aku hanya tidak tega melihat beliau yang terus mendengar gunjingan tetangga. Memangnya kalau anak-anak mereka dinikahkan di usia belia, aku juga harus?

Namun aku benar-benar takut penyakit ini benar-benar dapat menghambat jodohku. Karena percaya atau tidak semenjak memiliki penyakit ini aku merasa malas jika didekati laki-laki. Setiap laki-laki yang mendekatiku aku akan menjauhinya. Yah, dari dulu aku memang kurang nyaman dekat dengan laki-laki, dalam arti lebih dari teman. Namun semenjak memiliki penyakit ini, jika seorang laki-laki mendekatiku aku hanya merasa benci saja sama dia, walaupun tadinya kami berteman. Setelah ia terang-terangan menyukaiku aku merasa ilfeel, gak suka ma dia. Entahlah kenapa bisa seperti itu…

Sekali lagi maaf ya akang teteh karena membaca curhatanku yang gak penting ini, apalagi tulisanku acak-acakan, karena aku tak sempet edit. Kurang lebihnya mohon dimaafkan. Mungkin bagi akang teteh yang punya solusi atau saran untukku, bisa ditulis di kotak komentar. Aku akan sangat berterima kasih.

Apakah ini termasuk mistik? kalau tulisanku ini tak termasuk kategori mistik untuk akang teteh editor silahkan dihapus.

Makasih akang teteh semuanya..

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

55 Comments to "Apa yang Harus Kulakukan?"

  1. arqam's Gravatar arqam
    23 Februari 2013 - 13.30 | Permalink

    Sedih juga yah….
    Salut bnget nih sama ivee

  2. ita's Gravatar ita
    23 Februari 2013 - 13.47 | Permalink

    ivee ada tanya ama bibi,kok tega bener pindahin penyakitnya ke ivee?
    Trus kalo penyakit itu di pindahkan ke hewan bisa gak vee?

  3. ich4l's Gravatar ich4l
    23 Februari 2013 - 13.50 | Permalink

    sabar mbk ivee,,semua penyakit ada obatnya kecuali AIDS,
    semua dari Allah SWT,

    emm klo bleh ngasih saran coba mbk ivee beli buku Yasin Fadilah bsa didapet di toko buku agama,,
    trus dibaca klo kuat 40x klo gak kuat 7x ato 3x tiap tengah malem biasanya,
    abiz baca ambil air minum di gelas lalu ludahin sedikit, separuh diminum separuh dibasuhin di muka mbk ivee..(lebih afdol yg baca ayah,tapi klo ibu ato mbk ivee jg gpp)
    yg pnting jgn prcya ama Yasin fadilahnya tp prcaya ama Allah yg ngsih ksembuhan,,insyaallah bila Allah brkenan pnyakit ithu akan smbuh,,
    amiiin..INSYAALLAH…

    • ich4l's Gravatar ich4l
      23 Februari 2013 - 14.25 | Permalink

      sering baca ayat kursy ya,
      ama surah al-ikhlas, al-falaq,an-naas,

      kl bsa dzikir kalimah toyyibah setiap wktu dr mulai bgun tidur mpe tidur agy,,nie yg sulit…hehehe

  4. 23 Februari 2013 - 14.16 | Permalink

    Wah,.parah, cobaan yg sngat berat.. ivee coba diamalkan doanya anas bin malik sohabatnya nabi.Insyaallah bisa membantu.. diselingi puasa Nabi Daud, surat-surat penjagaan n doa-doa yg ada dlm Quran n hadist..jgn smpai mngamalkn amalan diluar itu krn bsa jd malah memperkuat jin tsb.
    ===============================================================

  5. joly roger's Gravatar joly roger
    23 Februari 2013 - 14.27 | Permalink

    waalikum salam w w
    adeq qu ive, sebelum nya ma’af ya, klw tulisan abg mu ini agaq gaq nyama di terima, nsblm nya abg mo nya, apa sdh pernah di rukyah ? n ada 1 lg pertanyaan, begini pertanyaan nya
    kalaw lah adeq q ivie naik kapal di tengah samudra, tiba 2 kapal itu tenggelam deq ivie mendapat 1 buah plampung yg hanya ckp untk 1 org sja tp saat itu deq ivie ada ber 2 apa yg bkln deq ivie lakukan??
    1 lg
    klw deq ivie ter katung 2 di tengah samudra itu sdh beberapa hari n sngt merasa lapar tiba tiba hanyut di dekat deq ivie bangkai babi (maaf) sdngkan klw gaq makan saat itu jg deq ivie bkln mati apa yg deq ivie lakukan ?
    Mkn dgn menjawab semua pertanyaan abg mu ini dg bijak mkn adq ku bsa mengmbil jln yg terbaik tp ingat jk afq q slh dlm mengambil jwbn yg ke 2 mkn ..,!
    Ah kepanjangan bah !

    • Cut's Gravatar Cut
      23 Februari 2013 - 14.53 | Permalink

      Boleh aq ikut jawab?
      kl aq, jawaban pertama, yg ada didekatku itu siapa dulu? kl anakku aq pasti akan melakukan apapun agar aq dan anakku slamat, mencari puing2 sesuatu yg bs mengambang untuk aq, dan plampung untuk anakku, kl itu suamiku atau ortuku, aq yakin mreka akan memberikan plampung itu untukku dan mreka mencari sesuatu untuk mreka bs mengapung. kl itu orang lain? aq akan scepatnya mencari sesuatu yg bs buat untuk plampung dia!
      jawaban ke dua. aq gakan makan bangkai babi itu. mati lebih baik drpd makan bangkai yg dimasak baik2pun tetap berpenyakit untuk aq, apalagi dimakan stelah jd bangkai, Yakin,Tuhan akan menolong umatnya YANG BERTAKWA! Siapa tau ada daun mengapung, lebih baik makan itu. slamat krn makan daging babipun spertinya tetap sia2, krn stelah makan itu, kita jd punya penyakit Dan mrasa berdoa seumur hidup… -___-

  6. Ibnu Abi's Gravatar Ibnu Abi
    23 Februari 2013 - 14.41 | Permalink

    Punten, Teh! Nabi pernah bersabda : ” Setiap penyakit pasti ada obatnya! ” dan salahsatunya adalah faktor psikis, yaitu keyakinan. Jika semua pengobatan tlh teteh tempuh, baik itu pengobatan ilmiah ataupun syar’iyah (ruqyah) akan tetapi teteh tdk memiliki keyakinan bahwa usaha itu dpt menyembuhkan, maka penyakit yg teteh derita tdk akan pernah sembuh. Apalagi di saat yg sprt itu, teteh malah meninggalkan Alloh! Justru dgn meninggalkan-Nya, penyakit itu akan semakin bertambah berat dan kesabaran pun akan terkikis habis hingga timbullah keputusasaan dan pengingkaran thdp apa yang telah Alloh tetapkan.

    Yakin dan bersabarlah, teh! Seorang shohabiyah prnh datang kpd Nabi utk meminta disembuhkan dari penyakitnya yg tlh ia derita selama bertahun-tahun lamanya. Akan tetapi Nabi bersabda : “Jika engkau bersabar dgn penyakitmu maka engkau akan masuk surga. Namun, jika engkau menginginkan kesembuhan maka aku akan mendoakanmu agar sembuh.”, lalu shohabiyah tsb lebih memilih utk bersabar.

    Setiap musibah yg menimpa kita, itu semua tdk luput dari takdir yg tlh Alloh tetapkan utk kita. Dibalik musibah itu thdp hikmah yg mendalam dan Alloh berkehendak menghapuskan dosa-dosa kita melalui musibah tsb. Janganlah kita menjadi orang yg kufur kpd Alloh dgn ditimpakannya musibah kpd kita, hal itu justru bukan menggugurkan dosa dan menambah pahala tetapi malah menambah dosa dan murka Alloh.

  7. Cut's Gravatar Cut
    23 Februari 2013 - 15.20 | Permalink

    Jd gereget sama bibi nya.
    sabar lg sabar lg kata yg bisa dijadikan saran tuh. tp mau gmn lg? hanya, aq yakin, knp penyakit itu berpindah ke km neng, dan di ijinkan Allah, krn aq YAKIN Neng bs mengatasinya. bahkan mungkin neng BISA Menyembuhkannya dibanding penyakit itu berpindah pd orang lain! kan neng sendiri tau, kl Allah pasti punya rencana pd umatnya, tinggal kita yg terus berusaha membuat nya lebih baik. kl soal jodoh, aq jd inget dulu wkt aq remaja, aq slalu berfikir, apa aq bakal menikah? apa ada yg mau ke aq? aq slalu kwatir akan tdk bs menikah, hahahaha.. tp alhamdulillah, jodoh memang ga kmn neng :) akhirnya aq bs menikah.
    ayo neng.. semangat. neng PASTI BISA! YAKIN BISA SEMBUH! DO’A KITA DISINI MENYERTAIMU NENG! NEng yg terpilih oleh tuhan untuk mendapatkan sakit itu krn aq yakin, tuhan tau kl neng bs menyembuhkannya. :) jd gakan ada korban lg slain neng. alias ga usah dipindah2kan lg.

    eh btw, knp ga dipindahin ke bibi nya lg aja neng? hehehe.. kan itu punya dia.

  8. joly roger's Gravatar joly roger
    23 Februari 2013 - 16.03 | Permalink

    mbak cut, adeq qu ivie
    dulupun jawa ban sy srupa tapi!!!
    Nanti mlm aja ku jawab ya di fb grup soal nya skrng koneksi nya lg gaq bgs

  9. Najwa's Gravatar Najwa
    23 Februari 2013 - 19.58 | Permalink

    Yang sabar ya…
    Semoga cepet sembuh.

  10. pasir's Gravatar pasir
    23 Februari 2013 - 22.05 | Permalink

    Dek Ivee di ruqyah itu ga bisa cukup sekali,apalagi penyakit seperti itu,harus dilakukan berulang-ulang dan satu lagi coba cari orang yang ilmu ruqyahnya mumpuni salah satunya bapak Perdana Ahmad bisa dicari di google….

  11. kamal adi's Gravatar kamal adi
    24 Februari 2013 - 00.44 | Permalink

    klo begini mah bener2 complicated, jd cuman bisa bilang sabar aja ya sis

  12. zoelzing's Gravatar zoelzing
    24 Februari 2013 - 01.28 | Permalink

    Bismillah…
    Cobalah perdalam Makna dari kalimat innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
    Dng syarat kalau dah yakin dng kata itu,kita tak boleh mengingat yg memberikan(bibi). Lebih tepat nya kita yakin yg memberikan PENYAKIT itu ALLAH,maka kembalikanlah kepada Nya. Dan janganlah berkeluh kesah wahai saudara ku ive. Sungguh beruntung orang yg beriman,disaat kami kasih cobaan ia mengatakan”Aku datang dari pada Allah dan kembali kepada Allah”. Yakinlah. Janji allah itu pasti.(cuma lewati ujian nya ya sayang)

    • n4rut0's Gravatar n4rut0
      25 Februari 2013 - 08.25 | Permalink

      mba ivee, saya punya link nya untuk ruqyah,,pengelolanya ust.perdana akhmad, berikut link nya http://quranic-healing.blogspot.com
      disana juga ada di ajarkan ruqyah mandiri dan bacaannya,,,semoga cepat sembuh mba,,,amin ya robb…

  13. Aryo's Gravatar Aryo
    24 Februari 2013 - 05.14 | Permalink

    Kalau menurut saya sih, lebih baik penyakit itu dikembalikan dg yg punya.
    tapi lebih bagus lagi jika bisa dilenyapkan tanpa ada korban baru..

    Yg sabar ya,
    orang-orang yg berusaha untuk istiqomah itu memang berat cobaannya.. Semoga sakit yg diderita itu menjadi media untuk menggugurkan dosa-dosa.

    Btw, prinsip yg tidak mau pacaran itu saya setuju sekali…

  14. Ibrahim Raffi's Gravatar Ibrahim Raffi
    24 Februari 2013 - 14.50 | Permalink

    Sabar teh ivee,,
    aku juga ngalamin kyk gtu,
    tp penyakitnya beda,
    dan bukan pindahan..

    Teh ivee mh mending masih ada lelaki yg deketin teteh,,
    aku mah seumur hidup gak ada lelaki yg mau ngedeketin aku..hiks..Hiks :(

    tiap ada lelaki yg mendekati aku,
    aku merasa banci..

    Sabar ya teh ivee..

    • Cut's Gravatar Cut
      24 Februari 2013 - 17.11 | Permalink

      Aq dan tmn2 disini mendo’akan km smoga cepat sembuh dr penyakit, dan banyak laki2 yg jd suka dan cinta ke km, agar km ga sedih mulu. aamiiin.. aamiiin… aamiii…

    • Ibrahim Raffi's Gravatar Ibrahim Raffi
      24 Februari 2013 - 18.13 | Permalink

      @k cut : iy amin, mudah”an aq lekas sembuh..

      Oiy k cut, knapa ya klo liat k cut, aku jd pengen beli bangku skolahan..?

      Trus ntar di bangku-nya aq tulisin “raffi love ncut” pake tipe-x…

    • Cut's Gravatar Cut
      24 Februari 2013 - 20.04 | Permalink

      bagus donk, ada kemajuan…

    • Cut's Gravatar Cut
      25 Februari 2013 - 10.41 | Permalink

      tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk,,,

      #lari sambil bawa gergaji mesin, takut di kejar ama c ibrahim…

  15. Ag. Tjandra J.'s Gravatar Ag. Tjandra J.
    24 Februari 2013 - 23.06 | Permalink

    Untuk saudariku Ivee, saya nggak bisa komentar apa-apa, tapi saya hanya bisa berdoa untuk kamu, semoga neng ivee diberi kekuatan, ketegaran hati, kesabaran melewati semua ini serta kesembuhan untuk penyakit yang di derita. Jangan pernah menyerah untuk selalu berusaha mencari kesembuhan. Semoga Allah mendengarkan doamu. Percayalah…Semua akan indah pada waktunya. Semangat dan jangan putus harapan ya saudariku Ivee

  16. chr1zt88's Gravatar chr1zt88
    25 Februari 2013 - 09.47 | Permalink

    Kak Ivee Semangat ya… Selama kakak yakin bisa sembuh pasti akan bisa sembuh. Hal-hal yang disebabkan sama sesuatu yang negativ kalo kita lawan dengan hal-hal positif pasti akhirnya bakal kalah…

    Pokoknya semangat… SEMANGAT!!!

  17. debu's Gravatar debu
    25 Februari 2013 - 10.57 | Permalink

    mbak ivee….tahajud adalh obat dari semua penyakit…minimal 2 rakaat, asal rutin Insya Allah kesembuhan itu pasti datang, yakinlah janji Allah yang tidak akan menolak prmintaan hambanya brtahajud, sedang manusia lain sedang lelap2nya….Ya Allah, berikanlah kesembuhan atas penyakit kami, kesembuhan sempurna yang hanya Engkau yang bisa menyembuhkannya…

  18. maya's Gravatar maya
    25 Februari 2013 - 15.47 | Permalink

    semoga cepet sembuh ya,,,
    sya doakan penyakitnya bs cepat hilang.
    semoga bisa sehat kembali.

  19. aunk11's Gravatar aunk11
    28 Februari 2013 - 10.03 | Permalink

    teh ivee tinggal dimana ? saya boleh tau alamat Pak KH Rasyid ? saya ingin ngobatin ibu saya….

  20. diie's Gravatar diie
    28 Februari 2013 - 14.33 | Permalink

    kak ivee sabar z.. semangat .. do’aku menyertaimu :) cepet sembuh kak ivie cantik

  21. trino saputra's Gravatar trino saputra
    28 Februari 2013 - 18.38 | Permalink

    semoga lekas sembuh aja buat mbk yuk ivee

    Ribet tau kalo komen pake nyantumin email itu. .

    Jangan pnggil aku kang ya
    Soalnya umurku bru 19 thn
    Msh brownis
    Hahaha

  22. arif sulsel's Gravatar arif sulsel
    28 Februari 2013 - 20.35 | Permalink

    Baru kali ini q dngar ada penyakit yg g bsa d kluarin tpi hrus dpindahin.
    Scra logika guna2 itu ulah jin dan manusia (pembuat).
    Apa sdri ivee g prnah tanya apa maunya jin2 yg uda buat kmu sakit dan orang yg uda membuat guna2 itu pertama kali ?
    Kan sdri ivee bukan sasaran utama guna2 itu !! (tntunya lwt org pinter)
    “ya Allah tabahkan hati saudaraku menjalani cobaanMU AMIIIN !”

  23. Adie's Gravatar Adie
    2 Maret 2013 - 20.01 | Permalink

    perbanyak sedekah teh insya Allah pasti ada jalan “belilah kesusahanmu dengan sedekah” begitu kata Nabi :) moga cepat diberi kesembuhan ya teh :)

  24. huhuy's Gravatar huhuy
    11 Oktober 2013 - 03.48 | Permalink

    Bgaimana sekarang mbak penyakitnya?
    Apa sudah sembuhkah?
    Semoga di beri kesabaran.

  25. no name's Gravatar no name
    18 Desember 2013 - 01.30 | Permalink

    aunk 11 jika ibu mengalami sakit pegang tangan ibu baca alfatihah minta kesembuhan pada allah

  26. muhammad hamdan's Gravatar muhammad hamdan
    15 April 2014 - 13.25 | Permalink

    :)

  27. 21 April 2014 - 03.12 | Permalink

    Hey there! I know this iis kinda off topic but I was wondering which blog
    platform are you using for this website? I’m getting sick and tired of WordPress because I’ve had issues with hackers and I’m looking at options for another platform.
    I would be fantastic if you could poinnt me in the direction oof a
    goo platform.

  28. 24 April 2014 - 04.13 | Permalink

    Attractive section of content. I just stumbled upon your blog and in accession capital to assert that I get actually enjoyed account your blog posts.
    Anyway I’ll be subscribing to your augment and even I achievement you access
    consistently quickly.

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)