Urban Legend Puisi Kematian Tomino

Pesanan dari seseorang di group FB Reunion.

Terjemahan puisi Tomino:

Neraka Tomino

Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga
Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,
Dari domba emas, dan dari burung bulbul
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata  
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu
Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah
Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian
Untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu

Tomino memang bukan hantu dengan wujud menyeramkan, namun sebaiknya jangan bermain-main dengannya. Tomino adalah puisi kematian yang dapat membunuh siapapun yang berani membacanya dengan suara lantang. Menurut legenda, jika ada yang membaca puisi Tomino dengan suara keras, maka ia akan mengundang kematian atau bencana bagi dirinya sendiri.

Menurut beberapa sumber, Tomino sebenarnya adalah seorang gadis kecil yang terlahir cacat. Ia menuliskan puisi yang kemudian ditunjukkan kepada orang tuanya. Melihat isi puisi Tomino yang menyeramkan, orang tuanya menghukum Tomino dengan mengurungnya dalam gudang sempit dan tidak memberinya makan. Beberapa hari kemudian, Tomino meninggal dengan tidak wajar.

Sekedar saran, sebaiknya Anda membaca puisinya dalam hati saja

Sumber : http://m.kapanlagi.com/plus/legenda-urban-paling-ditakuti-di-jepang-e3f06a-10.html

27 Comments to "Urban Legend Puisi Kematian Tomino"

  1. 18 Maret 2013 - 08.41 | Permalink

    KoMEN dulu ah

  2. 18 Maret 2013 - 08.43 | Permalink

    Lumayan Sereemm..hehe

  3. aidikitaro's Gravatar aidikitaro
    18 Maret 2013 - 08.58 | Permalink

    wkwkwkwk…. Ngasih saran masak di bawah,mustinya di atas di kasih peringatan dulu,

  4. uzumaki's Gravatar uzumaki
    18 Maret 2013 - 09.40 | Permalink

    hahahahaa,,,untung kebiasaan baca dalam hati,,,kalo keras2 ntr di kira knp2,,he

  5. chr1zt88's Gravatar chr1zt88
    18 Maret 2013 - 09.52 | Permalink

    Saya gak bacaaaaaa… >.<
    Filling saya mengatakan untuk tidak membacanyaaaa…

  6. 18 Maret 2013 - 10.42 | Permalink

    Maaf .. Mau tanya gmana Cara pasang FOTO ??
    Maaf dan Harap Maklum aku pendatang Baru ..Maturr Thankyuu

    • yanty's Gravatar yanty
      18 Maret 2013 - 10.46 | Permalink

      iya nich, sekalian numpan nanya sama dg OMG.. pendatang bru,bingung cara pasang pict..
      *mksh atas jwbnya :)

  7. yanty's Gravatar yanty
    18 Maret 2013 - 10.45 | Permalink

    iya nich mbk chr1zt88, fell.q jg bilang jgn dilanjutin membacanya,, trnyata bener,, ada peringatan dr mbk cut di akhr cerita.. >,<

  8. 18 Maret 2013 - 11.43 | Permalink

    profilku udah ada fotonya tapi kalau di komentar kok fotonya gak muncul ya

  9. bintang's Gravatar bintang
    18 Maret 2013 - 12.53 | Permalink

    huff untung aja ku baca dr bawah dulu -_- bisa mati nanti

  10. bintang's Gravatar bintang
    18 Maret 2013 - 12.55 | Permalink

    klo nanti ada yg kenapa napa tanggung jawa bro :3

  11. 18 Maret 2013 - 13.18 | Permalink

    Haha mitos atw sungguhan nih??
    Hampir aja membacanya lantang..
    Untung deh dlem hati.. Fuhh

  12. Kalong no kitsune's Gravatar Kalong no kitsune
    18 Maret 2013 - 14.13 | Permalink

    Saya membacanya, tidak lantang maupun dalam hati. Tapi dalam ginjal…
    O.O

    • ita's Gravatar ita
      20 Maret 2013 - 15.24 | Permalink

      hihihi. . . .

  13. kamal adi's Gravatar kamal adi
    18 Maret 2013 - 14.42 | Permalink

    dah baca, nothing happen..

  14. 18 Maret 2013 - 16.41 | Permalink

    aduhhh
    gawat aq baca pas diteman2
    gmna ne q bicara keras lgi

    tlonggggg

  15. wahyu tri handika's Gravatar wahyu tri handika
    19 Maret 2013 - 00.12 | Permalink

    aku udh baca dgn lantang kok
    tapi gak ada apa2
    tapi pas bcanya lumayan serem sih
    bulu kuduk aku ampe berdiri semua

  16. kkiiii's Gravatar kkiiii
    19 Maret 2013 - 01.07 | Permalink

    Haduh, aku udah terlanjur baca pake suara lagi… Gak begitu keras dan lantang tapi cukup terdengar kayak orang lagi ngomong… :(

    • Kalong no kitsune's Gravatar Kalong no kitsune
      24 Maret 2013 - 10.31 | Permalink

      Tenang bung kkiii, Tuhan akan melindungi bung kkiii jika belum waktunya meninggal.
      Oh ya Keiko, foto profil yang bagus.

  17. keiko's Gravatar keiko
    19 Maret 2013 - 20.50 | Permalink

    untung baca dalem hati (>_<)
    aku udah denger beberapa kali temen2 fb aku nyinggung ni puisi, tapi blom pernah baca.. akhir nya tau juga isi puisi nya (^w^)

  18. 26 Maret 2013 - 09.00 | Permalink

    hai serem juga suara jepangnya temen saya sampai sawan terus bahasa terjemahannya parah pantes sampai dikurung digudang dan gk dikasih makan

  19. sigitstrife's Gravatar sigitstrife
    17 April 2013 - 15.40 | Permalink

    gila!gue baca di depan kelas lantang banget…he3 just kidding…
    aku baca dalam otak kok…

  20. Baihaqi's Gravatar Baihaqi
    29 September 2013 - 23.13 | Permalink

    gue baca depan temen kantor gw 2 versi y pertama jepang dan yg ke 2 translate nya. tapi kok gw masih sehat sampe malem ini. gue baca tadi siang.

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)


*