My Mom Story – “Siapa yang santet mama ku?”

Santet?Kenapa harus ada santet?Kalo emang ngga suka ngomong aja jangan jadi pengecut main-main hal seperti itu. Well ini sebenernya kisah tentang mama ku. Hubungan mama dengan papa sebenarnya tidak di setujui oleh ibu dari papa ku (nenek sihir). Bukan…bukan tak di setujui. Sebenarnya nenek sihir itu bukan tak menyetujui hubungan mereka. Dia awalnya tak menunjukan ketidaksukaannya dengan mama ku. Namun entah kenapa dari awal mereka menikah nenek ku mulai bertindak tak wajar. Sikapnya mulai berubah. Mungkin disini aku tak bisa menjelaskannya secara detail. Karena aku juga ngga tau bagaimana dialognya saat itu. Cerita ini mungkin akan kubuat beberapa bagian. Cekidottttt…….

Awalnya saat aku berada di rahim mama ku tercinta. Nenek ku dulu ingin tinggal dengan papa dengan alasan agar dapat membantu mama ku di rumah dan untuk menjaga mama ku. Namun nenek sihir itu bukannya menjaga mama ku malahan dia seperti mengerjai. Semua pekerjaan rumah mama ku yang mengerjakannya sendiri. Dari yang awalnya mengepel hanya sehari sekali ini menjadi dua kali sehari.Belanja, memasak, bersih-bersih rumah, dan bahkanmelayani nenek sihir itu pun mama ku lakukan. Padahal kandungan mam aku lemah. Sebelum mengandung aku anak pertamanya, mama ku sudah Sembilan kali mengalami keguguran. Bayangkan saja sudah seperti itu bukannya membantu malah menjadikan mama ku seperti pembantu! Itu baru awalnya saja.

Setelah beberapa hari nenek sihir itu tinggal satu atap dengan orang tua ku, mama ku mengalami pendarahan. Saat mama ku sedang buang air kecil dia mengeluarkan *maaf* darah sebesar kotak tahu cina. Mama ku langsung bercerita ke nenek ku. Dengan santainya nenek sihir itu hanya menjawab “Gitu aja manja banget!”. Mama ku pun hanya dapat diam seribu bahasa menunggu sang suami tercinta pulang dari kantor. Sepulang papa ku dari kantor mama ku langsung bercerita tentang kejadian itu. Dan sangat menyebalkan bukan pada saat mama ku berkeluh kesah tentang hal itu nenek ku malah berbohong “Istri kamu tuh kelayapan aja, jadi aja kaya gitu!” dengan nada yang sangat sinis. Mama ku pun hanya bisa menangis, dan papa ku hanya bisa diam saja sabil menenangkan mama ku. Sungguh jika saat itu aku sudah ada akan ku robek-robek dan kucincang tubuhnya menjadi 100 bagian!

Akhirnya karena tidak tahan dengan sikap nenek sihir itu mama ku pun izin dengan papa utnuk tinggal sementara di rumah ibunya. Papa ku pun mengijinkan karena sudah mengerti kondisi di rumah saat itu seperti apa. Saat papa ku hendak mengantar mama ku ke rumah orang tuanya si nenek sihir itu malah berkata “Kamu ngga suka saya tinggal disini?Biar kamu bisa kelayapan pergi sesukamu menghamburkan uang anak ku?”. Mama ku hanya menanggapi dengan tangisan. Padahal mam aku keluar rumah hanya untuk berbelanja bahan masakan setiap harinya. Nenek sihir itu melarang papa untuk mengantar mama. Namun papa tetap bersikeras untuk mengantar. Akhirnya nenek sihir itu pun diam. Namun keesokan harinya dia pulang ke Bogor. Entah omongan pahit macam apa yang dia ucapkan kepada papaku.

Beberapa bulan semenjak kejadian itu nenek ku selalu minta di kirimi seluruh uang gaji papa ku. Saat kakak perempuan yang dilangkahi ingin menikah si nenek sihir itu malah memintaa papa ku untuk membayar semua biaya pernikahannya. Dasar nenek biadab!

Akhirnya janin mama ku semakin membesar dan sudah waktunya aku lahir. Akhirnya lahirlah anak perempuan pertama yang ditungu-tungu. Anak perempuan manis, imut, lincah lahir dengan sehat. Ya itulah aku. Beruntungnya aku mempunyai mama seperti itu. Ibu yang mampu menjaga aku di dalam janinnya dalam kondisi batin yang tertekan.

Aku tumbuh dengan sehat. Namun semenjak aku lahir keanehan mulai terjadi di diri mama ku. Mama ku yang awalnya tak ada riwayat penyakit apapun tiba-tiba saja merasakan sakit kepala yang sangat luar biasa saat mendengar suara bising yang masih dalam batas wajar. Sakit yang luar biasa seperti kepala yang sedang di pukuli orang. Mama ku berusaha bertahan sekuatnya namun tetap saja akhirnya pingsan. Aku yang saat itu pun berada di dalam rumah dengan mama yang sedang pingsan. Sampai papa ku pulang dari kerja dan mengetuk pintu namun tak ada jawaban. Papa ku mengintip dari jendela dan melihat mam aku sedang tertidur (tepatnya pingsan) di lantai ruang tamu. Papa ku pun masuk dengan cara mendobrak paksa pintu depan.

Mama ku langsung di bawa ke RS yang cukup jauh dari desa tempat orang tua ku tinggal. Setelah melalui berbagai tes di RS tenyata mama ku dinyatakan sehat. Tak ada penyakit apapun yang bersarang di tubuh mama ku. Mama ku kembali di bawa pulang ke rumah. Namun sesampainya di rumah penyakit yang tadi kembali kambuh. Bahkan sekarang kepalanya seperti di tusuk-tusuk oleh benda tajam kecil seperti jarum. Esok harinya tanpa pikir panjang papa ku membawa mama ku dan aku tentunya ke RS yang berada di Jakarta karena alat-alat di RS di ibu kota pasti lebih memadai. Kembali mama ku diperiksa. Kali ini dnegan alat yang lebih canggih lagi. Namun tetap saja seberapa canggih alat tersebut hasilnya tetap nihil. Tak ada penyakit apa pun yang terdeteksi.

Kalian masih ingat bukan? Mama ku mempunyai Budhe yang mampu melihat “gituan & sejenisnya”. Setelah bertemu budhe ku langsung berkata “Astagfirullah hal adzim ndah”. Entah apa yang beliau lihat. Namun yang jelas dia langsung menyuruh mama ku masuk ke dalam ruangan khususnya. Ternyata di dalam mama ku diobati. Dan trnyata benar saja. Ada yang mengirim santet dan si dukunnya itu berasal dari Sukabumi. Saat hendak di angkat oleh beliau, beliau malah terpental. Berkali-kali beliau mencoba tetap saja hasilnya seperti itu. NIHIL. Karena tak sanggup beliau menyarankan pengobatan ke salah satu guru spriritualnya di daerah pandeglang. “Namun yang pasti itu bukan penyakit tetapi itu kiriman untuk membuat rumah tanggamu hancur.”kata beliau.

@@@

BERSAMBUNG

40 Comments to "My Mom Story – “Siapa yang santet mama ku?”"

  1. dimas aryasetya's Gravatar dimas aryasetya
    26 April 2013 - 11.49 | Permalink

    smbungannya kpan,,
    kra2 kya mna to nglanginnya,?
    Qu tnggu kelanjtannya.

  2. 26 April 2013 - 11.55 | Permalink

    astagfirullah……………………orang tua macam apa itu
    semoga nenek mu cepet sadar amin

  3. Hades's Gravatar Hades
    26 April 2013 - 12.01 | Permalink

    Terasa sangat jelas emosi Linda.. Tetep sabar dan Ditunggu kelanjutannya

  4. whely's Gravatar whely
    26 April 2013 - 12.19 | Permalink

    waduhh mamaku hri ini kecelakaan
    kakinya retak…

  5. chr1zt88's Gravatar chr1zt88
    26 April 2013 - 12.33 | Permalink

    Sebenernya nggak kaget sama ceritanya. Tapi tetep aja ngelus dada dan tepok jidat tiap kali denger ada mertua yg ja’at sama menantunya… apalagi klo si menantu gak srek sama dia.

    Ditunggu lanjutannya, bu. ^^

  6. much_list's Gravatar much_list
    26 April 2013 - 12.39 | Permalink

    Selalu berdoa dan ikhtiar ya Linda…

  7. william's Gravatar william
    26 April 2013 - 12.54 | Permalink

    wah anda sangat beruntung Linda dapat keluar dengan keadaan sehat :D . lanjutannya ditunggu. saya juga tahu perasaan anda bagaimana nenek dari mama saya jga begitu memanfaatkan keuangan keluarga saya, dll untuk keinginannya sendiri :D .

  8. ita's Gravatar ita
    26 April 2013 - 13.09 | Permalink

    nenek. .nenek. .
    Udah tua kok gak tobat. .

  9. 26 April 2013 - 13.24 | Permalink

    Ditunngu kelanjutannya

  10. 26 April 2013 - 13.25 | Permalink

    Aku kemarin baca buku dan isinya itu ada sabda Rasulullah yg isinya tentang santet, =>bacalah basmalah dan meminta perlindungan dari Allah, dengan hati yg tulus dan ikhlas lalu usapkan ke bagian tubuh yg sakit.
    Btw Ditunggu lanjutannya mbak…:D

  11. syla's Gravatar syla
    26 April 2013 - 13.30 | Permalink

    Kalau mama ku di santet oleh kakanya sendiri hingga kelurga kami kehabisan harta benda tap alhamdulilah gak sampe jual tanah .

    tapi kedua ortu ku wafat semua hiks

    • Kalong no kitsune's Gravatar Kalong no kitsune
      26 April 2013 - 16.36 | Permalink

      Neng Syla, neng Syla kuat dan tegar sekali…

  12. aunk11's Gravatar aunk11
    26 April 2013 - 13.50 | Permalink

    Allah ga akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya koq….tetep sabar dan tawakal, pasti ada penyelesaiannya…

    bener yah neng linda klo cerbung itu bikin penasaran…hadeeuuhhhh

  13. Ag. Tjandra J.'s Gravatar Ag. Tjandra J.
    26 April 2013 - 15.57 | Permalink

    Kayak sinetron aja, ternyata terjadi di dunia nyata….hufff… kalau kayak gini rasanya mau belajar ilmu spritual, biar bisa bantu orang yang terzalimi…. hadrh..bisa nggak ya… sabar ya mbak linda, ditunggu kelanjutannya . Sip :D

  14. Kalong no kitsune's Gravatar Kalong no kitsune
    26 April 2013 - 16.28 | Permalink

    Nenek terlalu…
    Kata Wali, nenekku pahlawanku.
    Tapi kata neng Linda?
    Silahkan reply, neng Linda…

  15. imot's Gravatar imot
    26 April 2013 - 20.30 | Permalink

    wah bener2 nenek sihir banget,lin
    sudah meninggal belum tuh nenekmu ?

    kalo belum meninggal semoga umurnya udah 80 lebih,peyot & remuk
    biar ga bisa jalan kemana2 nyari2 dukun

  16. 26 April 2013 - 21.07 | Permalink

    lagi seru-serunya kok bersambung?
    keep posting lah,ceritanya juga bagus. semoga nenek sihir itu mendapatkan balasan yang setimpal.

  17. Aryo's Gravatar Aryo
    26 April 2013 - 22.28 | Permalink

    Nenek yang kejam sekali.
    apa nggak takut masuk neraka ya?

    (ngelus jenggot)

  18. coming soon's Gravatar coming soon
    27 April 2013 - 00.09 | Permalink

    Bagus ceritany, tapi koq bersambung lagiiiiii ……

  19. kamal adi's Gravatar kamal adi
    1 Mei 2013 - 11.33 | Permalink

    beuh….bersambung, lanjut

  20. huhuy's Gravatar huhuy
    8 Oktober 2013 - 19.43 | Permalink

    Bgaimanapun dia tetap nenek kandung mbak Linda ^-^

Tulis komentar (Komentar akan di update setiap 6 jam)


*